Semangat, pajak cukai rokok tahun depan akan naik

Reporter: Yusuf Imam Santoso-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Pemerintah berencana menaikkan tarif pajak konsumsi tembakau dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020-2024 (RPJMN).

Selain mengontrol konsumsi rokok, menaikkan tarif juga merupakan upaya pemerintah mengejar target penerimaan hingga akhir tahun depan. -Dalam Proyek Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (RAPBN) 2021, sasaran pemerintah adalah menerima 178,5 triliun rupiah penerimaan pajak konsumsi-angka ini meningkat 3% dan 6% year-on-year. Tahun) dibandingkan dengan prospek akhir tahun. Secara spesifik, target penerimaan cukai tembakau tahun 2021 adalah 172,75 miliar rupee, meningkat 4,7% per tahun dibandingkan target akhir tahun 2020 sebesar 1649,4 miliar rupee. rupee.

Baca: Petani tembakau Temanggung menentang kenaikan pajak konsumsi

Realisasi pajak konsumsi hasil tembakau pada semester pertama tahun 2020 sebesar Rp 72,91 miliar, meningkat 14,23% year-on-year. Hingga akhir tahun ini pencapaian tersebut setara dengan 44,2% dari target.

Baca: Bupati Jalan Raman Dukung Penuh Upaya Pabean Pemberantasan Peredaran Rokok Ilegal – Upayakan Pendapatan Akhir Setoran 2021, Bea Cukai dan Pajak Konsumsi Tetapkan Tiga Strategi.

Pertama, sesuaikan kebijakan pajak konsumsi tembakau. Kedua, rencana pelaksanaan pemungutan pajak konsumsi baru adalah pemungutan pajak konsumsi kantong belanja plastik.

Baca: Penyelundupan Jutaan Rokok Ilegal, Truk Berhasil Dilindungi Bea Cukai

Ketiga, Dampak Pengendalian Pajak Risiko Tinggi (PCBT) bertujuan untuk semakin mengurangi peredaran rokok ilegal di tahun 2021.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *