Kemenhub meminta maskapai penerbangan untuk memberi penghargaan biaya tes cepat Covid-19 dan insentif untuk parkir pesawat

Reporter Tribunnews.com Hari Darmawan melaporkan-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan telah menerima banyak permintaan dari maskapai penerbangan agar pemerintah membantu membiayai pengujian penumpang cepat. -Novie Riyanto, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, dalam rapat dengan Komite X DPR RI, Selasa (7/7/2020), mengatakan maskapai itu juga mewajibkan biaya parkir bagi pesawat yang tidak beroperasi. Insentif lain bagi maskapai atau maskapai penerbangan untuk terbang karena pandemi.

Maskapai penerbangan juga meminta pengurangan tarif dan membatalkan penerbangan udara.

Menurut Novie, operator transportasi udara perlu mendapatkan izin untuk mendanai tes Covid-19 yang cepat untuk memastikan kelancaran operasi. Operasi maskapai penerbangan.

Baca: 7 maskapai mengajukan slot penerbangan Ngurah Rai di Bandara Bali, 3 di antaranya maskapai internasional- “Harap mengacu pada surat edaran dari Direktur Penerbangan Sipil tentang mendukung pertukaran produktif,” janji Kata Wei. aca: The Covid-19 Prevention Manual meyakini hal itu akan mengembalikan kepercayaan wisatawan – sehingga Novi terus mengatakan bahwa diperlukan dukungan dalam melaksanakan kegiatan penerbangan untuk membantu masyarakat meningkatkan produktivitas. Di Banyuwangi (Banyuwangi), kesepakatan sanitasi telah menjadi prioritas utama- “Seiring masyarakat menjadi produktif kembali dan menggunakan transportasi udara, pemulihan industri penerbangan tentunya dapat berjalan dengan cepat,” kata Novi.

Baca: Pedoman perjanjian Covid-19 akan dikeluarkan, dan departemen bisnis hotel akan terus bekerja hingga spa dapat digunakan kembali.

Selain itu, Novi menjelaskan bahwa ada peraturan tentang penerbangan pra-penerbangan dan pasca kebakaran dalam pemberitahuan tersebut.

“Sebelum penerbangan ini termasuk penumpang yang disosialisasikan dan sehat, syarat perjalanannya. Hasilnya adalah PCR yang valid. Menurut SE Pokja 2020, hasilnya relatif valid dalam waktu 14 hari,” kata Novie.

Dalam penerbangan, termasuk pembatasan penumpang, isolasi, jarak fisik penumpang, efisiensi filter udara ud. Persyaratan bagi penumpang dan awak adalah menggunakan masker, memakai baju lengan panjang, dll.

“Kemudian, setelah penerbangan, diperlukan pemeriksaan suhu, perawatan medis, prosedur sanitasi bandara, dan peralatan pemantauan jarak jauh,” kata Novi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *