PUPR: Belanja infrastruktur mencapai 44,15% dari batas maksimal

Laporan wartawan Tribunnews.com Reynas Abdila-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mencontohkan, hingga 2 Agustus, tingkat penyerapan keuangan belanja infrastruktur sebesar 44,15% atau Rp33. Jumlah totalnya adalah 9 triliun dolar AS. Sebanyak Rp75,6 triliun pada tahun anggaran 2020.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyatakan Departemen PUPR telah mengalokasikan kembali rencana dan anggaran tahun 2020 serta memfokuskan kembali kegiatan untuk mendukung percepatan pengelolaan Covid-19. Lima Hambatan Baru-Baca: Informasi Dana Proyek Suap KPK dari Administrasi Umum Suap ke Elite PKB-Mulai 2020, DIPA Administrasi Umum Suap sebesar Rp 120,2 triliun, dan target realokasi anggaran Rp 44,58 triliun Dengan demikian, batas atas akhir Departemen UPPR sekitar Rp75,63 miliar. Uang tunai kerja (PKT / working cash).

“Pada tahun anggaran 2020, APBN adalah alat, dan sekarang sangat diharapkan dapat memanfaatkan pemulihan ekonomi nasional dalam kondisi pandemi Covid-19. Untuk itu,” Kenapa, sebagai penanggung jawab Kementerian Belanja Negara, Kementerian PUPR harus bisa membantu merevitalisasi perekonomian nasional dengan mengakselerasi capaian yang berwujud dan finansial. Basuki mengatakan,

Kementerian PUPR juga telah melakukan perubahan terhadap rencana infrastruktur atau melaksanakan kegiatan secara padat karya, dengan alokasi anggaran sebesar Rp 654,4 miliar dan target penerima manfaat sebanyak 80.888 orang, atau pekerjaan sederhana yang tidak membutuhkan teknologi. ——Tujuan utama dari kerja intensif adalah untuk mempertahankan daya beli masyarakat pedesaan, mendistribusikan dana pembangunan ke desa-desa dan mengurangi pengangguran. —— “Selain mempercepat pemulihan ekonomi dan meningkatkan daya beli masyarakat, PKT juga bertujuan untuk mendistribusikan ke masyarakat pedesaan atau pedesaan. Mengurangi pengangguran di daerah terpencil. Menteri Basuki mengatakan model pelaksanaan PKT juga harus memperhatikan kesepakatan jarak fisik dan sosial untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *