Ekonom: Tingkat penyerapan insentif UMKM PPh masih 12,9%, dan DJP tidak diundang untuk berpartisipasi.

Laporan reporter Tribunnews.com Yanuar Riezqi Yovanda-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-The Institute for Economic and Financial Development (Indef) menyatakan penyerapan rencana stimulus ekonomi untuk menghadapi kejadian corona atau pandemi Covid-19 masih sangat tinggi. Kecil, terutama PPH Wabah terakhir telah ditanggung oleh pemerintah.

Ekonom Indef Bhima Yudhistira mengatakan, pemerintah akan bertanggung jawab atas realisasi insentif pajak final sebesar Rp 310 miliar, atau hanya 12,9% dari pagu Rp 2,4 triliun. Antara lain karena DJP tidak menerima bola dari peserta UMKM.

“PPH final menjadi tanggung jawab pemerintah, dan tingkat penyerapannya masih sangat rendah. Ya, karena salah satunya UMKM belum mendapat informasi, dan yang kedua adalah Direktur Kantor Pajak yang akan menerimanya kembali.” Ia hadir pada hari Sabtu. (10 Oktober 2020) dikatakan di webinar.

Oleh karena itu, Bhima mengaku akan berdiskusi dengan Menteri Keuangan mengenai penyerapan minimum PPH terakhir yang menjadi tanggung jawab pemerintah.

Baca: Selamat atas krisis 1998 dan 2008, pandemi memang derita- “Ini protes yang saya ajukan saat itu kepada pemerintah, terutama Kementerian Keuangan. Ya, kalau memang mau memberikan PPH final, selanjutnya pemerintah bertanggung jawab, bukan tidak mungkin semua wajib pajak UMKM mendapatkannya otomatis, ”tandasnya.

Baca: Hanya 13% UMKM yang terhubung ke platform digital

Dia menambahkan, UKM seharusnya tidak perlu mencari informasi dari insentif pemerintah tersebut. Ini harus dijalankan segera dan kemudian secara otomatis. Ia menyimpulkan, ada beberapa hal yang perlu dievaluasi agar dapat mendorong pertumbuhan ekonomi secara efektif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *