Pendanaan pemerintah membuat BIS lebih ditargetkan untuk menyelamatkan UKM

TRIBUNNEWS.COM, Jakarta-PT. Bank Nasional Indonesia (Persero) Tbk menyambut baik investasi dari dana pemerintah sebagai bagian dari percepatan pemulihan ekonomi nasional (PEN). Menurut diundangkannya peraturan bantuan likuiditas bank yang relevan, jumlah totalnya adalah 1 triliun dolar AS.

Sunarso, Presiden dan CEO BIS, mengatakan bahwa penempatan akan meningkatkan likuiditas BIS, sehingga dapat sepenuhnya mendukung upaya pemerintah untuk mempercepat pemulihan ekonomi Indonesia.

“BIS menempel pada dana yang diterima, dan pinjaman akan dapat menggunakan setidaknya tiga kali ekspansi kredit untuk mendorong sektor fisik, terutama usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM)”, Sunarso menambahkan: “Misalnya, Untuk BIS, kita dapat menambahkan 10 triliun rupiah, dan kemudian kita harus berkembang menjadi 30 triliun rupiah, dan kita akan membuat lebih banyak komitmen, mendukung sektor pangan, termasuk pertanian dan dukungan untuk pertanian. Begitu pula dengan departemen distribusi dan fasilitas kesehatan. Makanan adalah prioritas utama, “katanya. Dia mengatakan bahwa dalam lingkungan yang sulit saat ini, likuiditas Bank untuk Penyelesaian Internasional masih dalam kondisi ideal.

Dari rasio pinjaman terhadap deposito (LDR) dari BIS, dapat dilihat bahwa ruang lingkup à 90%, rasio cakupan likuiditas (LCR) dan rasio pendanaan stabil bersih (NSFR) semuanya di atas batas minimum 100%. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *