Manajer pusat perbelanjaan: selama periode PSBB, makan di tempat dilarang, yang akan mengurangi jumlah pengunjung ke restoran

Reporter Tribunnews.com Reynas Abdila dilansir dari Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Ketua Umum DPD Asosiasi Pengurus Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DKI Ellen Hidayat mengatakan, sesuai “Perintah Gubernur”, pengetatan kerja dari PSBB ke DKI Akan ditaati oleh semua anggotanya. 88/2020 tanggal 13 September 2020.

Terkait Pergub 88/2020 PSBB DKI di Jakarta, restoran dan kafe masih diperbolehkan buka, tapi tidak boleh makan di dalam atau di tempat, tapi bisa dibawa keluar. “Tentu hal ini dapat mempengaruhi lalu lintas pada saat itu, dan kantor juga sangat terbatas,” kata Allen kepada Tribunnews, Senin (14/9/2020). Sejauh ini baru 35% -40% yang pergi ke pusat perbelanjaan bahkan belum mencapai 50%.

Baca: Selama PSBB DKI Jakarta, GoCar dan GoBluebird, Kelanjutan pengoperasian Gojek selalu menyulitkan pelaku bisnis dan pengelola pusat perbelanjaan. Ellen menjelaskan, banyak tempat yang terkena dampak penutupan pusat perbelanjaan, seperti usaha kecil menengah, tempat parkir, pedagang kecil, dan pemasok, sehingga pengelola dan penyewa pusat perbelanjaan saat ini juga sama.

Baca: PSBB Total Berlaku Mulai Hari Ini, dan Transjakarta Beroperasi Normal Hari Ini

APPBI DKI mendukung keputusan yang diambil Pemprov DKI Jakarta setelah mempertimbangkan berbagai pertimbangan. Selama ini, pusat perbelanjaan selalu patuh pada regulasi Prosedur kebersihan. Pengelolaan pusat perbelanjaan berlaku mulai 14 September 2020 hingga 27 September 2020.

Pusat perbelanjaan masih dapat beroperasi seperti sebelumnya, dan dapat menerima pengunjung hingga 50% dalam waktu yang bersamaan. -Jam buka pusat perbelanjaan sama dengan pada masa transisi PSBB (dari jam 10.00 sampai 21.00). WIB

Film, mainan anak, fitnes dan rekreasi tidak diperbolehkan di pusat perbelanjaan .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *