Program bantuan sosial pemerintah dinilai belum mampu secara efektif meningkatkan daya beli pada triwulan III

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan pandemi Covid-19 telah menurunkan daya beli masyarakat. Penyebab utama penurunan tersebut adalah konsumsi rumah tangga sehingga pemerintah juga telah memberikan berbagai bantuan kepada jejaring sosial sebagai bagian dari rencana pemulihan ekonomi nasional. Bahkan untuk media sosial, anggarannya mencapai Rp 203,9 miliar.

Beberapa program perlindungan sosial termasuk bantuan tunai, pemadaman listrik berkepanjangan, bantuan makanan, dll. Pada saat yang sama, Kemensos memastikan warga KAT memiliki akses ke bansos berupa uang tunai dan sembako

Baca: Ada program bansos Covid 19, dan pelamar yang dikelola kabupaten selama Pilkada tidak yakin apakah akan menang

Pemerintah juga telah memberikan subsidi upah bagi pekerja berpenghasilan kurang dari Rp 5 juta per bulan. Subsidi upah adalah program yang dirancang untuk melengkapi jaring pengaman sosial lainnya. Ekonom INDEF menunjukkan bahwa bantuan subsidi upah semacam ini diperlukan bagi pekerja yang menganggur atau yang gaji bulanannya kurang dari 5 juta rupiah.

Sebenarnya, menurut Bhima, gaji untuk program subsidi ini seharusnya 1,2 juta rupiah. . per bulan. Bulan.

“Standar saat ini adalah bahwa jika seorang pekerja menghidupi tiga orang di rumah, maka jika garis kemiskinan yang Anda lihat adalah sekitar 400.000 orang, upah minimumnya adalah sekitar 1,2 juta rupee per bulan.” Kata Bhima Dijelaskan di Kontan.co.id, Selasa (11/8).

Bhima mengatakan bahwa jika pemerintah juga memberikan subsidi gaji yang terlalu sedikit, maka tidak akan berhasil. Padahal, idealnya Bhima yakin akan terus memberikan subsidi gaji hingga pandemi Covid-19 diumumkan. Karena itu, pemerintah harus bisa memberikan insentif hingga 12 bulan, terutama subsidi upah. Menurut dia, jika pemerintah ingin meningkatkan konsumsi rumah tangga melalui berbagai bantuan dan subsidi kepada masyarakat dan pekerja, Bhima memperkirakan program bansos tersebut tidak akan berlaku pada kuartal ketiga tahun 2020.

ā€œEfek kuartal ketiga 2020 tidak mungkin, karena hanya ada beberapa minggu dari akhir September. Pada saat yang sama, program subsidi upah akan segera diberlakukan.ā€ Sayangnya, Bhima tidak dapat menyediakan kuartal ketiga dan keempat tahun 2020. Perkiraan konsumsi rumah tangga.

Artikel ini tayang di KONTAN dengan judul: L Indef mengatakan program bantuan sosial pemerintah gagal efektif meningkatkan daya beli pada triwulan III.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *