Di bawah bayang-bayang protes terhadap undang-undang penciptaan lapangan kerja, rupee ditutup dan disusutkan menjadi Rp14.725.

JAKARTA, TRIBUNNEWS.COM-Nilai tukar rupee terhadap dolar AS melemah pada akhir perdagangan pasar spot hari Selasa (13 Oktober 2020). -Mengutip data Bloomberg, rupee ditutup pada level Rp14.725 terhadap dolar AS, turun 25 poin atau 0,17% dari harga penutupan Rp14.700 pada hari perdagangan sebelumnya.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka mengatakan pelemahan rupee Ibrahim Assuibi dan penguatan indeks dolar AS pada Selasa dipengaruhi oleh berbagai faktor internal dan internal.

Lihat juga: Azis Syamsuddin: DPR butuh waktu 7 hari kerja untuk menyelesaikan proses penyuntingan UU Cipta Karya – secara internal pasar mengawasi penyajian UU Komprehensif Cipta Lapangan Kerja. Pasar khawatir sifat kerusuhan akan hilang.

Selain itu, undang-undang komprehensif yang disetujui DPP dianggap berkah bagi pembangunan ekonomi ke depan. Tingkat pembelian kembali (BI7DRR) kerusuhan yang terjadi pada saat protes UU Cipta Lapangan Kerja di Medan Sumatera Utara sebesar 4,00%.

“Oleh karena itu, sore ini, nilai tukar rupee terhadap dolar AS turun tipis 25 poin dari penutupan sebelumnya 14.700 poin menjadi 14.725 poin. Ia menjelaskan meski pada awal perdagangan telah melemah hingga 45 poin.

Dari luar, beberapa investor masih dengan keras kepala berharap usai pemilihan presiden AS, langkah-langkah stimulus besar-besaran akan diambil untuk mendukung perekonomian terdampak Covid -19. 3 November 2020.

Faktor lainnya adalah keinginan mencapai kesepakatan dengan UE Kesepakatan Brexit tinggal dua hari lagi dari tenggat waktu 15 Oktober.

Kementerian Kesehatan Organisasi Dunia (WHO) juga tidak menyarankan negara untuk memblokir atau memblokir epidemi virus corona. Ibrahim menyimpulkan, Wilayah Pasifik terpengaruh karena tidak ada turis yang berkunjung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *