Lukman Edy: “Job Creation Act” membutuhkan sertifikasi makanan dan minuman halal

Reporter Jakarta Tribunnews.com Seno Tri Sulistiyono melaporkan-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Undang-Undang Cipta Lapangan Kerja dinilai menegaskan kembali persyaratan sertifikasi halal untuk semua produk yang dijual di Indonesia, terutama makanan, minuman dan obat-obatan. Pengusaha -NU dan Wakil Presiden Profesional Lukman Edy mengatakan, persyaratan sertifikasi halal akan menguntungkan konsumen muslim, sedangkan pelaku bisnis harus lebih memperhatikan kebersihan dan kesehatan. Lukeman dalam keterangannya yang dikeluarkan di Jakarta pada Kamis, 15 Oktober 2020 mengatakan: “Oleh karena itu penyediaan bahan, cara pengolahan, pengemasan dan pajangan produk akan selalu mengikuti ketentuan standarisasi halal.” Membawa nilai tambah dan Daya saing, khususnya bagi UKM di bidang kesehatan dan pangan sangat penting. Dilanjutkan Lukman.

Penilaian Lukman Selama ini perhatian peserta komersial terhadap sertifikasi halal masih terbatas pada peserta komersial besar.

Baca juga: Ajakan Tengku Zulkarnain untuk penciptaan lapangan kerja yang legal dapat mengurangi halal Bersertifikat MUI

Pada saat yang sama, karena mahalnya biaya dan sulitnya mendapatkan sertifikat, peserta UKM tidak menggunakan sertifikasi halal sebagai sertifikasi utama.

Namun, Lukeman mengatakan bahwa membangun pekerjaan dapat mempermudah segala sesuatunya. Peserta UMKM perlu mendapatkan sertifikat halal agar proses pelayanan lebih singkat dan cepat. Jika sektor informal dan usaha kecil menengah dan mikro melakukan sertifikasi halal dengan bantuan pemerintah, tenang saja. ”

Selain itu, Lukeman Dikatakan, guna mengoptimalkan pelayanan, pemerintah juga akan memperluas proses sertifikasi produk halal hingga perizinan berbagai organisasi yang ditunjuk sebagai lembaga pemeriksa halal (LPH).

Dari universitas hingga yayasan, hingga organisasi komunitas dan asosiasi Islam dengan temperamen moral.

“Yang penting ormas Islam harus memastikan partisipasinya dalam persiapan aktivitas manusia. Lukeman mengatakan:“ Kita punya sumber daya yang cukup untuk berpartisipasi dalam lembaga pemeriksa halal, pembentukan auditor halal, dan lembaga yang ikut memastikan produk halal. Mempromosikan dan mengawasi usaha kecil dan menengah. “

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *