Pemerintah meluncurkan jaminan kredit likuiditas UKM

Reporter Tribunnews.com, laporan Reynas Abdila-JABARTA TRIBUNNEWS.COM-mempertimbangkan pemulihan ekonomi nasional dari goncangan Covid -19, pemerintah secara resmi meluncurkan jaminan kredit modal kerja. Konferensi dimulai dengan Menteri Ekonomi Airlangga Hartarto, Menteri Kelautan dan Koordinasi Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Koperasi BUMN Erick Thohir dan Menteri UMKM Teten Masduki. BUMN adalah jaminan kredit. UKM adalah prioritas utama dalam pemulihan ekonomi. Setelah reorganisasi, pemerintah menganggap UKM sangat penting. Peran Jamkrindo dan Askrindo harus dapat mengimplementasikan rencana modal kerja sehingga bank dapat melakukan ini, “katanya, Selasa (2020/7/07).). Membaca: Mengundang UMKM lokal untuk mengadopsi konsep hukum Islam Pengembangan

Menteri Koordinasi Airlangga juga menyatakan bahwa Kementerian Keuangan telah mengalokasikan layanan penjaminan, penanggulangan-penjaminan dan bantuan bersama lainnya untuk mempromosikan pengembangan mekanisme ekonomi.

Baca: Pemerintah diundang untuk membantu memulihkan bisnis UMKM segera —

– “Pemerintah juga menyediakan dana jaminan. Kami melihat bahwa per 31 Maret, kredit UMKM keseluruhan (kredit bermasalah) masih relatif rendah, di 5,09%, dan usaha kecil di 3,99, rendah dari 1,97%. Dia menunjukkan bahwa pemerintah telah mengesampingkan minat dan penundaan besar bagi orang-orang yang terkena dampak. Rencana Covid-19 adalah untuk enam bulan

Baca: Pinjaman P2P yang diklaim dapat menyelamatkan UMKM selama pandemi,

“Kami berharap bahwa Presiden tidak hanya dapat mengajukan pada kuartal kedua, dengan cara yang terbatas Mencapai jaminan modal kerja, “katanya.

Menteri Koordinasi Maritim dan Investasi, Lucht, mengatakan bahwa pemerintah memberikan insentif dan memberikan insentif dengan cepat dan tepat.

“UMKM adalah duri perekonomian Indonesia. Oleh karena itu, kita benar-benar perlu melakukan ini dengan cepat, yang merupakan sistem terpadu di mana kita terlibat,” kata Menteri Koordinasi Lucht.

Dalam rencana awal, UMKM juga diberikan dengan model jaminan, termasuk Sofia Rahayu (pengusaha souvenir) Bank Rakyat Indonesia dan PT Caha yes Gasdom (agen gas LPG) Bank Indonesia Mandiri, Bank of Niagara Indonesia, Dewey Katemjiwati (pedagang token motor, bengkel dan kafe) – Bank Tabungan Nasional ke PT Subariesta Teknik Indonesia (konstruksi), BRI Agro ke Gading Mainan (perusahaan mainan) dan Bank BJB memberikan model jaminan kepada Ibu Aminah (pengusaha papan iklan dan toko tas tangan).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *