Mempertahankan aktivitas selama pandemi Covid 19 membutuhkan inovasi dan perhatian pada perilaku konsumen

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Menjalankan bisnis di tengah pandemi Covid-19 menjadi tantangan tersendiri.

Selain pembatasan sosial yang menghalangi orang untuk melakukan bisnis secara bebas, banyak juga tindakan PHK atau PHK yang dapat menurunkan daya beli masyarakat.

Karena pelaku bisnis membutuhkan beberapa langkah untuk bertahan hidup.

Salah satunya dengan menerapkan model untuk mengubah pengawasan arus keuangan perusahaan, sehingga berbagai inovasi harus dilakukan. Perusahaan harus berkelanjutan – pandemi ini memaksa semua orang untuk cepat beradaptasi dengan model kerja baru.

Misalnya, pekerja harus mengubah metode kerja mereka menjadi bekerja dari rumah (WFH), dan siswa serta anak sekolah juga harus belajar secara online. -Meski banyak kegiatan yang tidak bisa dilakukan seperti biasanya, namun kita harus tetap optimis merebut peluang bisnis yang masih bisa diraih.

Eva Noor, CEO PT Xynexis International yang bergerak di industri keamanan siber, membeberkan berbagai tip dan trik cara bypass bisnis di masa-masa sulit akibat pandemi Covid 19 yang dinilai sangat serius. -Membaca: Berbagi duka cita. Baru-baru ini, sebelum Ayu Ting Ting berhenti berbisnis: Harap dipahami— “Pandemi COVID-19 dianggap sebagai faktor dalam perubahan bisnis. Terutama dalam perilaku konsumen dan konsumsi Jadi, ”kata Eva Noor dalam siaran persnya, Selasa (2/6/2020).

Oleh karena itu, penting untuk menentukan perilaku konsumsi dan konsumsi, karena merebaknya virus corona baru Sars-CoV-2 telah menyebabkan virus COVID-19 menyerang industri dan sektor korporasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *