Indonesia akan mengalami resesi, apa ini? Ini berdampak pada masyarakat dan apa yang harus dilakukan

TRIBUNNEWS.COM-Resesi yang akan dihadapi Indonesia semakin nyata.

Hal ini terjadi setelah Menteri Keuangan Sri Mulyani merevisi perkiraan pertumbuhan ekonomi kuartal III tahun 2020.

Sri Mulyani mengatakan pada kuartal III ekonomi Indonesia akan menyusut hingga minus 2,9% .

Dalam beberapa bulan terakhir, saat pandemi Covid-19, media kerap bermunculan Istilah “penurunan” Sebenarnya apa itu penurunan dan dampaknya bagi masyarakat? Lalu apa yang harus dilakukan komunitas?

Baca: Jika Indonesia mengalami resesi ekonomi, apa dampaknya bagi masyarakat?

Baca: Indonesia Di Ambang Resesi Inilah empat hal yang perlu dilakukan untuk menghadapi resesi ekonomi-Mengutip “Kamus Indonesia” (KBB), resesi ekonomi lambatnya perdagangan, industri, dll (sepertinya sudah berhenti ); Penurunan (penurunan, penurunan) dalam aktivitas komersial (industri).

Secara teknis, seperti dikutip Kompas.com, ketika perekonomian menunjukkan pertumbuhan negatif setiap tahun selama dua triwulan berturut-turut, akan terjadi resesi.

Arti lain, seperti yang tertera dalam “The Balance”, resesi ekonomi mengacu pada penurunan aktivitas ekonomi yang signifikan yang berlangsung selama beberapa bulan (biasanya lebih dari tiga bulan).

Banyak indikator yang dapat digunakan suatu negara selama resesi ekonomi termasuk penurunan PDB, pendapatan riil, lapangan kerja, penurunan penjualan ritel, dan penurunan manufaktur.

Ketika ekonomi dalam resesi, pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 0%, atau bahkan lebih rendah dalam kasus terburuk.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *