Kementerian Perindustrian akan mendorong industri untuk meningkatkan TKDN yang akan menjadi fokus Industri 4.0

Laporan wartawan Tribunnews.com Lita Febriani-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berencana menambah kawasan prioritas Industri Prioritas 4.0, termasuk industri farmasi. Dalam rangka meningkatkan kemandirian dan dapat meningkatkan daya saing bangsa.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengumumkan perlunya pendalaman struktur industri, industri hulu, dan perantara hilir untuk mendukung kemandirian warga industri farmasi.

Bacaan: Pemeriksaan Evaluasi Kemungkinan Ekspor Garmen, Evaluasi Menteri Perindustrian Kawasan Perdagangan Bebas Brebs

Bacaan: Menteri Perindustrian: Penerapan harga bensin dapat meningkatkan produktivitas industri manufaktur

Mendukung industri farmasi Kementerian Kemandirian Perindustrian menerbitkan Obat Nasional (TKDN) Kementerian Perindustrian Nomor 16 Tahun 2020 tentang peraturan dan tata cara penghitungan nilai tingkat kandungan.

“Peningkatan penggunaan TKDN adalah kunci utama pertanian. Indonesia bisa menjadi negara yang mandiri di bidang farmasi, khususnya dalam produksi bahan baku farmasi,” keterangan resmi Argus, Selasa (7/7/2020). Mengatakan dalam.

Penerapan TKDN pada industri farmasi juga dinilai sebagai upaya untuk memacu dan memacu pelaku industri agar aktif menciptakan industri nasional. Bahan farmasi atau bahan aktif farmasi. -Untuk obat dengan kandungan lokal tinggi, pasar dalam negeri dinilai memiliki potensi yang besar, karena melalui Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kemungkinan besar cenderung untuk membeli. ). Menperin menjelaskan: “Tentu memiliki potensi pasar dalam negeri yang besar dan berpeluang menarik investor untuk mengembangkan bahan baku jamu di Indonesia.

Permenperin 16/2020 mengemukakan bahwa proses penghitungan nilai TKDN obat tidak lagi menggunakan Metode biaya didasarkan pada metode perawatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *