Hingga akhir tahun, penyerapan anggaran program PEN dinilai paling baik

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Diperkirakan hingga akhir tahun 2020, pemerintah akan mengeluarkan dana sebesar 474,89 miliar rupiah untuk memulihkan perekonomian nasional.

Angka ini setara dengan 99,35% dari total batas pendanaan rencana stimulus nasional yang ditetapkan sebesar 478 miliar rupee.

Lihat juga: Raden Pardede: Covid-19 membuat orang kaya.Mereka tidak berani berbelanja atau berinvestasi

Lihat juga: Raden Pardede: Undang investor, dan pemerintah memperhatikan lingkungan — -Lihat juga : Sekilas penunjukan Raden Pardede oleh Menteri Koordinator Airlangga Hartarto sebagai tim bantuan-Komite Covid-19 dan Sekretaris Pelaksana Organisasi Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Raden Pardede menjelaskan: Pemerintah Percayai Covid-19 dan Manajemen PEN Panitia mengelola total Rp 576 triliun untuk rencana PEN dan rencana kesehatan.

Informasi detail Rp 478 triliun untuk mengembalikan sejarah ekonomi negara dan Rp. 98 triliun digunakan untuk mengelola Covid-19.

Menurutnya, hingga 2 Desember 2020 total dana program PEN sudah terserap hingga 440 triliun rupiah. Jadi masih ada Rp 38 triliun.

“Menurut prediksi teman-teman, akhir Desember bisa mencapai 99,35% dari disposable Rp 478 triliun,” kata Raden.

Menurutnya, untuk bisa mencapai angka tersebut, panitia memprioritaskan anggaran untuk perlindungan sosial, UMKM dan usaha.

“UMKM dan perlindungan sosial sangat diperlukan karena dia menekankan bahwa kita tahu dampak terpenting sejak awal. Kelompok yang paling rentan, kelas bawah, merasakan Covid. Oleh karena itu, tolonglah kami Saudara-saudara kita selalu menjadi tujuan kita karena mereka layak mendapat bantuan. Menurut Covid-19, Rp 98 triliun mencapai Rp 98 triliun untuk rencana pengelolaan kesehatan masyarakat, sehingga bisa menyerap hingga 63 triliun rupee .

“Karena Rg 35 triliun akan ditingkatkan menjadi pendanaan vaksin 2021,” Bin Laden menjelaskan.

Selain mengelola dua jenis dana health plan dan PEN, panitia juga membantu perseroan memperoleh sekitar Rp 120,6 triliun dari Kemenkeu berupa insentif Pajak untuk mengurangi beban pelaku usaha. -19 bukanlah pengeluaran, tetapi kompensasi. Oleh karena itu, ia menyimpulkan: “Jika seorang pengusaha mengusulkan pengurangan pajak, maka ia tidak perlu membayar pajak, sehingga ia dapat menghasilkan uang., Tidak perlu menghabiskan. “

Artikel ini telah tayang di KONTAN, dengan judul: Pada akhir tahun diperkirakan penyerapan rencana dan anggaran PEN akan lebih maksimal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *