Menteri Koperasi Teten Utuh bersaing dengan entitas komersial

Laporan Reporter Tribunnews.com Reynas Abdila-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Teten Masduki melatih konsep kepemilikan koperasi agar koperasi tidak kalah dengan badan usaha. Dengan koperasi, anggota wajib berpartisipasi dalam penyertaan modal dan mengambil keputusan.

Anggota juga pemakai barang / jasa Anggota koperasi wajib memanfaatkan fasilitas, jasa, barang dan jasa yang disediakan koperasi.

Lihat juga: Teten Masduki: Jika UMKM tidak pulih maka tidak mungkin mencapai pemulihan ekonomi nasional

“Padahal, anggotanya juga pengawas dan wajib ikut mengawasi koperasi. “Teten menjelaskan. Pada hari Senin (10 Oktober 2020), mengikuti Forum Partisipasi Anggota Prioritas Koperasi BMI secara online. Ia berkata: “Dimana anggota koperasi memegang berbagai keputusan, keputusan ini diambil secara demokratis untuk membagi keuntungan secara adil berdasarkan partisipasi dan kontribusi mereka.” – Bagi Teten, koperasi adalah yang pertama di Indonesia yang didirikan oleh pendiri. dari lembaga ekonomi. Sebuah negara yang bertujuan untuk menjadi salah satu pilar perekonomian Indonesia.

Menurutnya partisipasi anggota koperasi sangat penting dalam hal pengambilan keputusan, penyertaan modal, penggunaan jasa dan partisipasi dalam jumlah pembelian atau penjualan barang atau jasa.

Lihat juga: Menteri Tetten menghimbau agar realisasi rencana pemulihan ekonomi nasional sektor UMKM mencapai 70%

“Bentuk partisipasi lainnya adalah pengawasan koperasi. Menteri menambahkan:“ Melalui proses penggalangan kritik dan kritik yang dilontarkan Berpartisipasi dalam pengendalian organisasi koperasi dan operasional bisnis. ”Untuk itu, Teten berharap partisipasi anggota koperasi terus berlanjut. -Hal ini dapat dilakukan. d Caranya dengan menumbuhkan kesadaran diri anggota, pengurus , manajer dan pengawas. Untuk mencapai tujuan bisnis bersama secara efektif. Menteri Koperasi.

Menteri Koperasi menekankan: “Ini harus dipahami sebagai kebutuhan dan tujuan bersama. “Rencana bisnis dan proses pengambilan keputusan juga merupakan cara untuk meningkatkan partisipasi anggota koperasi. Selain itu, manajemen juga harus mengkomunikasikan seluruh rencana bisnis agar anggota dapat memahami, mencapai dan memikul tanggung jawab untuk mencapai tujuan bisnis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *