Pengetatan pajak nasional, tarif pajak minimum pada awal 2021 adalah 15,3%

Reporter Tribunnews.com Yanuar Riezqi Yovanda melaporkan-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Keuangan menyebutkan, pada Januari 2021, penerimaan negara mencapai 100 triliun rupiah atau berkontraksi 4,8%, dibandingkan dengan 105 triliun rupiah atau 3,3 pada periode yang sama tahun lalu.% Penyusutan-Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan akibat penerapan kebijakan pajak konsumsi dan kenaikan harga komoditas, peningkatan ekspor, peningkatan penerimaan bea cukai dan pajak konsumsi, sehingga meningkatkan pendapatan nasional. -Lihat juga: Jokowi: Jangan tanya orang lain, kunci kemakmuran NTT adalah air-pajak Januari 2021 dikurangi 81 triliun rupiah 15,3% atau target APBN 2021 5,6%, termasuk sudah tercapai Penerimaan pajak 68,45 triliun rupiah dan bea cukai dan pajak konsumsi adalah 12,5 triliun rupiah.

“Penerimaan pajak adalah 68,5 triliun rupiah, kontraksi 15,3%. Pada saat yang sama, dalam hal pajak konsumsi kita, dibandingkan dengan 4,5 dolar AS pada periode yang sama tahun lalu, rupiah telah melonjak menjadi 12,5 triliun rupiah . Triliun, ā€¯ujarnya saat konferensi pers, Selasa (23/2/2021).

Baca juga: Riset Facebook: Selama pandemi Covid-19, 95% pengguna Internet di Indonesia aktif di media sosial

Sri Mulyani mengatakan meski pajak masih menyusut, namun penerimaan pajak sudah menunjukkan pertumbuhan stabil sejak kuartal ketiga tahun 2020. Dia berkata: “Di bawah kendali.” – Sri Mulyani (Sri Mulyani) menjelaskan bahwa intinya dari sebagian besar departemen perusahaan adalah alasan utama perbaikan adalah bahwa indeks manajer pembelian di zona ekspansi telah meningkat dan harga komoditas mulai pulih. . Pajak Pertambahan Nilai Internal (PPN DN) “, pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *