PANDI dan Kemenkum HAM memperkuat kerja sama untuk melindungi merek dagang dan pemegang nama domain

Reporter Tribunnews melaporkan bahwa Choirul Arifin

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Pengelola Nama Domain Internet (PANDI) Indonesia telah meluncurkan sebuah proyek di Jakarta pada hari Rabu bertajuk “Memahami Pentingnya Kekayaan Intelektual dalam Domain Merek Dagang dan Pendaftaran Nama” (10/2/2021).

Acara ini diselenggarakan untuk mempererat kerjasama dengan Ditjen Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM,

Ketua PANDI Yudho Giri Sucahyo mengatakan pada pembukaan kegiatan offline dan online bahwa sekitar 1 orang selamat dari pandemi tahun ini Tahun adalah mereka yang menghadiri rapat secara digital.

Hal tersebut dibenarkan oleh penelitian yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik, Kementerian Koperasi dan UMKM.

Baca juga: Kekayaan Intelektual Pasar Lokal, Kemenparekraf telah mendatangkan 20 kreator lokal ke Hong Kong

“UMKM adalah penggerak perekonomian. Masyarakatlah yang sangat terpapar dan menderita kerugian ekonomi yang besar. Sebab Bagi yang ingin survive, keberadaan digital itu penting, ā€¯ucapnya. -Yudho mengatakan bahwa salah satu cara untuk menyesuaikan diri selama pandemi adalah dengan menggunakan situs web dengan nama domain.

Ia menjelaskan bahwa Indonesia saat ini memiliki nama domain. Kode negara / wilayah tingkat tinggi Indonesia, yang merupakan domain .ID yang dikelola oleh PANDI.

Namun, penting untuk diketahui bahwa sifat pendaftaran nama domain adalah siapa cepat dia dapat, yang dapat mengarah pada potensi litigasi.

Lihat juga: Pentingnya Komersialisasi Produk Kreatif Berbasis Kekayaan Intelektual

Oleh karena itu, kerja sama antara PANDI dan DJKI sangat penting untuk melindungi merek dagang dan nama domain seluas-luasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *