Pengusaha produsen mineral alkohol Indonesia cukup memenuhi kebutuhan nasional

Reporter Tribunnews.com Reynas Abdila melaporkan dari JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Ketua Himpunan Pengusaha Adat Indonesia (HIPPI) Sarman Simanjorang memperkirakan saat ini terdapat banyak produsen minol di Indonesia. -Menurutnya, selama ini kapasitas produksinya belum pernah memenuhi kebutuhan dalam negeri.

“Kami melihat produsen minuman beralkohol saat ini cukup untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri, baik wisatawan maupun mancanegara. Kata Saman di Jakarta, Jumat (5/3/2021). industri pertambangan terlalu terbuka, dan masyarakat khawatir hal itu tidak akan menimbulkan ketidakadilan. Persaingan antar produsen yang sudah lama berinvestasi di Indonesia. — “Produsen memang meningkat, tetapi pangsa pasarnya sangat terbatas, terutama di persetujuan pemerintah atas Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2013 tentang Pengendalian dan Pengawasan Minuman Beralkohol dan Minuman Beralkohol. Peraturan Rmendag No. 25 Tahun 2019 Penyediaan, pendistribusian dan penjualan Minol dilakukan dengan sangat konsisten untuk mencegah penyalahgunaan. Vaksin independen-Selain itu, HIPPI juga mengomentari Perpres No 10 tahun 2021 tentang sektor perusahaan investasi.Ini merupakan konten turunan dari Perpres No 10 Tahun 2020 yang sempat menarik perhatian.Dalam regulasi tersebut, investasi minuman beralkohol. masuk dalam daftar investasi negatif (DNI) telah menjadi daftar investasi positif (DPI), dan baik investor lokal maupun asing dapat membuka industri minuman keras di Bali, NTT, Sulawesi Utara dan Papua 4 (4) Provinsi. Saman menilai, pemerintah harus menjelaskan secara detail arahan yang ditetapkan presiden. Tujuannya untuk mengembangkan produk daerah berkualitas tinggi termasuk minuman khas daerah. Produk-produk ini telah digunakan dalam persaingan dan memiliki potensi pertumbuhan? Ya, setelah perawatan dan perawatan teknis yang lebih baik.

Tujuannya tidak lebih dari memberikan kesempatan ekspor kepada wisatawan.

Baca juga: Kisah Warga Gab mendoakan Kapten Afwan di Masjid Ad-daulah yang sudah direnovasi – misalnya ada Soppi di NTT dan Tanjung Tikus di Sulawesi Utara, Ada Brem Bali di Bali, sama seperti sake di Jepang dan Soju di Korea. Minuman tradisional mengandung alkohol, tetapi sake dan shochu ditemukan di seluruh dunia.

“Jika ini tujuannya, untuk meningkatkan kearifan lokal, investasi terbatas harus dilakukan, tetapi jika semua jenis alkohol dapat diproduksi secara bebas, maka akan baik-baik saja. Dia berkata:” Niscaya ini akan menjadi industri alkohol yang ada Persaingan baru. “

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *