Keempat tantangan utama mengintegrasikan data ke dana bantuan publik, salah satunya tidak terstandarisasi

Reporter reporter reporter reporter, Seno Triestiono – Jakarta – Rencana Pembangunan Nasional / Bappenas menunjukkan bahwa dana bantuan pemerintah dimasukkan dalam tantangan integrasi masyarakat. – “Pertama, tidak ada standardisasi data, sehingga data lebih menyenangkan untuk menyelesaikan,” pemantauan, evaluasi, dan pengembangan anggota Departemen PPN / BAPPENAS, Taufik Hanafi, Taufik Hanafi pada Senin (1/3/21). – Menurut dia, ini terjadi, karena jumlah data yang tidak lengkap dan tidak lengkap (NIK), penerima yang dibantu tidak disertai dengan NIK, kemudian menemukan data rumah dan status kerja.

— Lalu Taufik, tantangan kedua, data yang tumpang tindih, yang mengarah pada kurangnya akurasi saat menentukan target tambahan. – – Membaca juga: BAPPENS DALAN MSME pengembangan tiga rekomendasi

juga membaca: Chef de Bapenas: Indonesia perlu berinvestasi $ 590 miliar untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi – Oh kontak, ada kartu keluarga (KK) ini adalah dasar biasa kebutuhan dan perluasan makanan pokok. Mekanisme ini belum diatur dengan hati-hati, jadi ada data berulang.

— Keempat, kurangnya ilmu komputer dan analisis sumber daya manusia, sehingga masih ada data yang menyedihkan. Misalnya, penerima manfaat DTKS terletak di Yogyakart, tetapi dalam diskukcapil pada Hephearts, “jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *