Adalah kebijakan Kementerian Perdagangan untuk menjaga harga pangan stabil selama bulan Ramadhan

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Suhanto, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, mengatakan kantornya telah melakukan berbagai upaya untuk menstabilkan harga dan memastikan pasokan makanan selama puasa. Dia juga mengatakan bahwa Kementerian Perdagangan memelihara kontak dengan semua lembaga perdagangan, kementerian / lembaga terkait dan aktor serta asosiasi untuk memastikan pasokan makanan.

Baca: Pemuda asal Cirebon ini mencari keluarga di Semarang, dan Covid -19 yang aktif melarikan diri dari rumah sakit. Menengah-Kantor penjualan juga diwajibkan untuk mengawasi distribusi barang ke pengecer ke distributor di daerah masing-masing. Tindakan tindak lanjut diselesaikan oleh Kelompok Kerja Pangan.

“Ini untuk memastikan bahwa tidak ada peserta bisnis yang secara sepihak akan memperoleh manfaat // kebutuhan dasar yang dapat membahayakan kepentingan semua pihak,” kata Suhanto, Minggu (26/4). — Dalam rangka meningkatkan pasokan bawang putih dan bawang merah, Departemen Perdagangan juga melonggarkan kebijakan impor kedua produk ini. Relaksasi dilakukan melalui Permendag No. 27 tahun 2020 tentang revisi Peraturan Menteri Perdagangan No. 44 tentang impor produk hortikultura. Menurutnya, peraturan tersebut untuk sementara waktu mengesampingkan persetujuan impor dan laporan inspeksi untuk impor bawang putih dan bawang merah, dan berlaku hingga 31 Mei 2020. Di bawah pembatasan Covid-19, penyedia layanan transportasi online menjaga kelancaran arus barang.

Berita ini disiarkan di KONTAN dengan judul: Ini adalah strategi Departemen Perdagangan untuk menjaga harga pangan stabil selama keamanan pangan selama bulan Ramadhan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *