Operasi pasar gula mulai membatasi kenaikan harga

Tribunnews.com, Seno Tri

TRIBUNNEWS.COM, Reporter dari Jakarta-Kementerian Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dan Satuan Tugas Kepolisian Banten, bekerja sama dengan Asosiasi Gula Rafinasi Indonesia (AGRI) memimpin operasi pasar (PO) dalam tiga Dalam hal ini, Pasar Kemis, Serang dan Cilegon.

Setelah itu, akan berlanjut di daerah Rangkas atau Pandeglang. Pesanan pembelian dipenuhi dengan menggunakan pasokan gula dari produsen gula rafinasi. Menurut penanggung jawab Disperindag Banten Babar Suharso, pesanan pembelian akan diadakan secara teratur. Barbar mengatakan, Jumat (24/4/2020): “Jumlah yang dialokasikan untuk pesanan pembelian mencapai 6 ton.” – Nunung Syaffudin, Komisaris Nasional Kelompok Kerja Polisi Banten, mengatakan bahwa implementasi OP didasarkan pada kuota yang ditentukan oleh pusat. Penyesuaian dilakukan. Untuk Banten, empat produsen gula rafinasi terpengaruh.

Baca: Saran untuk memecah minuman dingin ketika sup buah instan dan es batu

Baca: Selama epidemi Corona, memprioritaskan ketahanan hutan dan lahan masih menjadi prioritas utama – Mengingat konsumsi gula saat ini di berbagai daerah Harga telah melonjak hingga Rp. 18.000 hingga Rp. 19.000 per kilogram. Setelah pesanan pembelian selesai, harga gula yang dapat dimakan secara bertahap menurun.

“Saat ini, harga gula konsumen turun menjadi Rs 12.500 per kg,” kata Nunung (24/4). 80.000 ton gula yang dapat dimakan dibagikan.

Beberapa konsumsi gula dijual melalui distributor, dan ada juga beberapa orang yang terlibat dalam operasi pasar untuk memasuki pasar secara langsung. Dia berkata: “Salah satunya adalah Angel Products, yang terletak di kota Serang di Banten. Pabrik telah memulai produksi dan telah meluncurkan operasi pemasaran di wilayah Banten.” .

Benardi menambahkan. lokal. –

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *