Virus Corona juga menyerang departemen pembangkit listrik, beberapa proyek akan tertunda

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Dampak dari virus korona telah menyengat semua bidang, termasuk energi. Epidemi yang bermula di China juga telah menghambat pengembangan proyek pembangkit listrik.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) percaya bahwa karena efek korona, jadwal operasi beberapa proyek pembangkit listrik terancam oleh kekurangan. — Fabby Tumiwa, Direktur Eksekutif Institut Reformasi Layanan Dasar (IESR) mengatakan bahwa, mengingat banyak pengembang yang dilakukan oleh pengembang Cina, memang mungkin untuk menunda pengoperasian beberapa pabrik.

Fabby mengatakan keterlambatan itu disebabkan keterlambatan pengiriman bahan atau komponen dari pabrik. – “Penundaan ini kemungkinan terjadi. Karena pembatasan produksi dan transportasi pada barang dan personel, mungkin tertunda,” kata Fabby kepada Kontan.co.id, Minggu (3 Agustus 2020). Operasi sangat sulit diprediksi. Menurutnya, tingkat gangguan akan bervariasi sesuai dengan jenis dan tahap proyek saat ini dan akan dilanjutkan. — Selain itu, dia mengatakan bahwa semua proyek pembangkit listrik, terutama dalam rencana 35.000 MW, berasal dari Cina.

Iwa Garniwa, pengamat energi di Universitas Indonesia, memperkirakan hal yang sama.

Ivan mengatakan bahwa popularitas korona harus memiliki dampak yang lebih dalam pada pertumbuhan ekonomi dan industri, yang secara otomatis dapat mengurangi penyerapan listrik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *