LPS mengurangi minat garansi

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Indonesia telah menurunkan tingkat penjaminan simpanan rupee untuk bank umum dan tingkat penjaminan simpanan rupee untuk BPR. (Bps), dan menjaga tingkat bunga dijamin dari mata uang bank umum.

“Oleh karena itu, tingkat bunga dijamin LPS bank umum dalam rupee akan menjadi 5,75%, tingkat bunga dijamin bank komersial dalam mata uang asing adalah 1,75%, dan tingkat bunga dijamin BPR adalah 8,25%,” katanya, Rabu (25/3/2020) mengatakan dalam sebuah pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh Jakarta. Halim menjelaskan bahwa suku bunga yang dijamin berlaku mulai 26 Maret 2020 hingga 29 Mei 2020.

Baca: Semua pasien coronavirus yang disembuhkan di Rumah Sakit Persahabatan menjadi 15 orang

Baca: Jokowi menyebutkan bahwa ibunya Sudjiatmi Notomiharjo meninggal karena kanker

Kebijakan penurunan suku bunga penjaminan simpanan didasarkan pada perkembangan terkini tingkat suku bunga simpanan , Status likuiditas bank, stabilitas sistem ekonomi dan keuangan.

Halim menjelaskan bahwa walaupun banyak faktor risiko dapat meningkat, status dan prospek likuiditas bank relatif stabil. Dalam konteks tekanan pada kinerja pasar keuangan dan kemungkinan perlambatan kinerja ekonomi, “katanya.

Menurut Halim, LPS selalu siap untuk menyesuaikan jaminan deposito dengan mempertimbangkan respons bank terhadap penurunan suku bunga kebijakan moneter. Kebijakan tingkat bunga.

Selain itu, dinamika berbagai faktor ekonomi dan stabilitas kebijakan moneter. Sistem keuangan yang akan memengaruhi likuiditas bank.

“Menurut ketentuan dalam rencana penjaminan simpanan, LPS mewajibkan bank untuk tunduk kepada nasabah simpanan. Tarif asuransi simpanan yang berlaku. “Jika pelanggan deposit mendapatkan tingkat bunga yang lebih tinggi pada tingkat bunga yang dijamin oleh LPS, LPS tidak akan menjamin deposit pelanggan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *