Kementerian Pertanian sedang mengembangkan serangkaian insentif untuk mendorong petani menjaga persediaan makanan selama pandemi

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Pemerintah telah mengembangkan banyak insentif untuk mendorong petani memenuhi kebutuhan pangan 267 juta orang Indonesia selama pandemi Covid 19. Presiden Joko Widodo mengatakan dalam pertemuan terbatas yang diadakan pada Kamis (28/5/2020) dalam sebuah konferensi di Istana Medica di Jakarta bahwa pemerintah mempersiapkan para petani dan nelayan selama pandemi ini. Insentif untuk menjaga pasokan bahan pokok. Presiden mengatakan: “Tujuan utama dari rencana ini adalah untuk mengurangi beban biaya konsumsi rumah tangga termasuk rumah tangga yang kurang beruntung termasuk petani miskin dan nelayan.” Presiden mengatakan bahwa selain bentuk jaring pengaman sosial, pemerintah juga menyediakan operasi Stimulus keuangan dan subsidi bunga kredit.

Baca: Maaf, layanan ekstensi SIM telah dimatikan karena telah diperpanjang hingga 29 Juni 2020.

“Rencana yang mapan dan sedang berlangsung mengalokasikan anggaran Rs 34 crore untuk membantu petani dan nelayan meloloskan kebijakan melonggarkan angsuran dan memberikan subsidi bunga kredit,” kata presiden.

Baca: Tipe A, pendahulu dari batch pertama Mitsubishi Motors yang diproduksi oleh Kobe Shipyard.

Menurutnya, relaksasi adalah penerima dana yang diperoleh melalui program-program seperti Kredit Komersial Rakyat (KUR), pembentukan keluarga yang makmur (Mekaar), pembiayaan ultra mikro (UMi), pegadaian, beberapa departemen Bantuan keuangan dan modal.

Baca: Daftar harga lengkap telepon seluler Oppo, kantong terjangkau, kantong paling mahal – Syahrul Yasin Limpo, Menteri Pertanian menjelaskan bahwa memberikan bantuan kepada petani merupakan insentif untuk Memungkinkan petani miskin untuk bertahan hidup dan tetap antusias.

“Petani adalah kekuatan utama yang melindungi keamanan pangan nasional. Oleh karena itu, sesuai dengan instruksi Presiden, kita harus menjaga keberlanjutan pertanian Indonesia. Ada sekitar 2,76 juta orang miskin. Sebagai salah satu anak di negara ini, negara tersebut prihatin Nasib mereka, “kata SYL setelah memanen bawang hijau di desa Risa di distrik Waha, Kabupaten Bima.

Baca: Saran dari tiga smartphone Vivo terbaru untuk mendukung kegiatan keluarga.

Menteri Syahrul mengatakan bahwa pemerintah akan memberikan bantuan kepada 2,76 juta petani miskin dalam bentuk uang tunai Rp. Biayanya 300.000 yuan per orang selama 3 bulan untuk membeli bahan busuk seperti biji, pupuk, pestisida, dll.

Selain itu, sesuai perkenalannya, petani miskin juga akan mendapatkan biaya operasi sebesar Rp. 300.000 .

Kementerian Pertanian menyesuaikan anggaran untuk memperkuat produksi pertanian untuk persiapan benih / tanaman di Asintan.

Dalam rangka memperkuat modal, pemerintah juga telah menyiapkan kredit komersial (KUR), dengan hibah 5 triliun rupee, yang dapat digunakan oleh petani. “Hingga pertengahan Mei, penyerapan KUR yang dialokasikan oleh Departemen Pertanian mencapai Rp. 17 miliar. Dia menyimpulkan bahwa ini sangat menggembirakan karena insentif yang kami siapkan mendapat respons positif dari petani.

Syahrul menambahkan bahwa tahap mempertahankan kebijakan pangan telah mempercepat masa tanam beras (MT) II. Dengan menyiapkan stok penyangga, membangun gudang makanan di provinsi dan daerah / kota, dan membangun pesanan strategis untuk mie beras di semua wilayah untuk meningkatkan pangan nasional Sistem logistik.

“Karena itu, pemerintah tidak mendiskriminasi petani ketika merumuskan kebijakan. Pada saat yang sama, insentif pemerintah diarahkan kepada rakyat, terutama petani. Kita harus melindungi pangan Indonesia bersama,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *