Sri Mulyani (Sri Mulyani): Semua biaya sertifikat pra-kerja yang tidak digunakan untuk pelatihan 1 juta rupee

Laporan oleh Yanuar Riezqi Yovanda, seorang jurnalis dari Tribunnews.com di Jakarta-Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan bahwa desain kartu kerja saat ini telah diubah untuk memberikan dukungan sosial untuk mendukung perusahaan. Atau Covid-19 memengaruhi kehidupan orang. -Sri Muliani mengatakan bahwa mereka yang berpartisipasi dalam kartu pekerja akan menerima hadiah bulanan sebesar 600.000 rupee selama 4 bulan, dan biaya pelatihan adalah 1 juta rupee. Mengenai biaya pelatihan, ia menanggapi kritik publik bahwa tidak semua peserta menghabiskan sebanyak 1 juta rupee, atau bahkan hanya Rp. Seratus ribu

Baca: Foto seragam pramugari yang digunakan untuk pelindung selama pandemi Covid-19

Baca: Seekor anjing membiarkan bayi ditinggalkan oleh orang tuanya di belakang rumah kosong

— – “Kami melihat dari batch pertama bahwa beberapa dari mereka harganya kurang dari Rp 100.000, beberapa tidak melebihi IDR 200.000, dan beberapa tidak melebihi Rp 500.000. Oleh karena itu, pemerintah pasti akan terus meningkatkan karena sangat baik, Ini adalah rencana baru, Jumat (5/5/2020), Lahadi. Dia mengatakan rencana itu sejalan dengan komitmen Presiden Jokowi untuk memberikan peningkatan keterampilan bagi pekerja Indonesia.

Tapi, Sri Mulyani terus ada karena pandemi korona atau Covid-19, dan kemudian pemerintah mengubah kartu pekerjaan menjadi penyangga sosial.

Baca: Sri Mulyani melapor ke Dewan Perwakilan Rakyat minggu depan 2021 Anggaran APBN Tahunan – “Kita tidak boleh menyerah, dan upaya kita untuk membuat program bagi masyarakat memudahkan untuk mengakses dan meningkatkan pelatihan sistem yang ada. Itu saja, “katanya.

Mantan Direktur Utama Bank Dunia juga menghargai kritik publik terhadap kartu kerja ini sebagai bahan untuk evaluasi di masa depan .—” Jadi, ulasan ini bagus karena itu Kita masih tahu bahwa ada celah di sini. Dia menyimpulkan bahwa tidak seperti orang-orang seperti ini yang tidak mau mendengar kritik sosial seperti itu, kami akan terus mengevaluasinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *