Mempengaruhi korona, akankah pemerintah melepaskan kontribusi BPJS untuk pekerjaan?

Jakarta TRIBUNNEWS.COM – Pemerintah berencana untuk menggelar rencana stimulus putaran kedua untuk mengurangi dampak ekonomi dari penyebaran virus korona (covid-19). Sebagai pemerintah Menteri Koordinasi Urusan Ekonomi Susiwijono (Susiwijono), pemerintah juga berencana untuk mengadopsi langkah-langkah stimulus dalam bentuk bebas pajak atau keterlambatan pembayaran pembayaran pekerjaan BPJS atau BP Jamsostek.

Namun, dia belum mengkonfirmasi bahwa program apa pun akan dirilis dan ditunda di masa depan.

Baca: Inilah sebabnya Jokowi tidak mengungkapkan riwayat perjalanan pasien Corona

“BPJS (Emploi) mengecualikan atau menunda pembayaran untuk rencana BPJS tertentu, seperti kata Susiwijono Jakarta,” Bekerja, hari tua, pensiun, asuransi untuk kecelakaan fatal “(3 Desember 2020).

Susi juga mengatakan bahwa partainya saat ini sedang bernegosiasi dengan BPJS Keten. Pada rencana tertentu yang dapat mendorong mitigasi Selain itu, pemerintah juga berdialog dengan Administrasi Layanan Keuangan (OJK) untuk memperkenalkan kebijakan pelonggaran kredit untuk UMKM. — “Misalnya, untuk melunakkan kredit macet (NPL). Pada saat bencana alam, ada POJK yang menetapkan pelonggaran kredit untuk UMKM, misalnya, menunda 6 bulan atau membatalkan tindakan lebih atau kurang, “katanya. Pemerintah berencana untuk mengumumkan tahap kedua dari rencana stimulus besok. Susi mengatakan bahwa para menteri terkait telah melaporkan rencana kebijakan tersebut kepada Presiden Joko Widodo hari ini. – Perhitungan saat ini berkaitan dengan risiko pengurangan pajak nasional karena pelonggaran fiskal dan risiko epidemi korona. Bilangan. Virus dalam hal keseluruhan situasi ekonomi makro. Pandemi global. Trump telah melakukan perjalanan ke semua negara Eropa. Pemerintah sangat berhati-hati, “katanya.

Artikel ini diterbitkan di Kompas.com, berjudul “Pemerintah membuka peluang untuk melepaskan kontribusinya bagi pekerjaan BPJS”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *