Bermasalah dengan Covid-19, pengangguran IR harus meningkat

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Karena prevalensi virus korona (Covid-19), komposisi tenaga kerja Indonesia diperkirakan akan berubah.

Pada tahun 2020, jumlah orang paruh waktu dan setengah menganggur diperkirakan akan meningkat secara dramatis.

Adrian Panggabean, kepala ekonom PT Bank CIMB Niaga Tbk, mengatakan tingkat pengangguran dapat naik. Gambar Sungai Citarum

Baca: BJB Syariah Bank memberikan bantuan untuk mengelola dampak mahkota, dan mendistribusikan bantuan dalam lingkup Provinsi Jawa Barat

Prakiraan mengacu pada klasifikasi dan pekerjaan sektor ekonomi berdasarkan jenis bisnis waktu.

56% dari angkatan kerja Indonesia adalah milik sektor informal.

Dalam hal ini, krisis simultan ini dapat meningkatkan jumlah pengangguran publik dari 3,5 juta menjadi 8,5 juta pada tahun 2020. “Ini berarti bahwa tingkat pengangguran dapat turun dari 5,2% saat ini menjadi 5,3%. Adrian mengatakan dalam laporannya: “Dari menengah ke 7,7%, dari besar menjadi 10,3%. Rabu (22/4/2020) .- Selain itu, Adrian mengatakan bahwa krisis ini Hal ini disebabkan oleh virus korona. Karakteristik dan karakteristik tahun 2020 berbeda dari krisis tahun 1998 dan 2008. Berbagai krisis memiliki model pemulihan yang berbeda-berbagai upaya untuk memperlambat penyebaran virus menyebabkan dampak finansial dan ekonomi- – Efek ini datang dari guncangan pasokan, penurunan permintaan agregat (guncangan permintaan) dan perubahan mendasar dalam psikologi pelaku ekonomi (perubahan perilaku).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *