Menerapkan kebijakan gas alam dapat meningkatkan daya saing industri

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Kebijakan untuk menurunkan harga gas industri disambut baik oleh orang-orang di industri ini.

Sebagai contoh, PT South Pacific Viscose (PT SPV), perusahaan serat viscose berbasis kayu untuk pasar global, percaya bahwa kebijakan tersebut akan mendukung produktivitas perusahaan.

Baca: Pertamina menandatangani perjanjian penjualan gas alam 318 BBTUD untuk mendukung industri dalam negeri

Dia mengatakan bahwa ini akan mengarah pada pertumbuhan industri di bawah normal baru

Kita tahu bahwa kebijakan pengurangan emisi PT Perusahaan Gas Grup Negara Tbk dan pelanggan korporat menandatangani nota kesepahaman tentang implementasi Kepmen No. 89 K / 10 / MEM / 2020 di markas PGN Graha PGAS Auditorium, membenarkan harga gas industri, Jakarta, Jumat (6/5/2020).

“Langkah pertama adalah langkah penting bagi kami (PGN dan industri) untuk mencapai pemulihan ekonomi periode Covid 19 dengan meningkatkan daya saing industri di pasar dunia”, kata Venkatachalam Sundararajan sebagai direktur PT. Manajer umum. SPV .

Dia menambahkan bahwa semakin awal ini terjadi, semakin cepat daya saing industri.

Selain itu, kebijakan tersebut memiliki dampak positif pada pertumbuhan ekonomi, terutama ekonomi yang telah pulih dari krisis akibat pandemi dan pertumbuhan industri. .

Widi Nugroho Sahib menjabat sebagai kepala urusan untuk PT. SPV dan partainya menambahkan bahwa kami berharap nota kesepahaman ini akan menjadi saat yang tepat bagi semua pihak untuk bergerak maju dan menetapkan jadwal implementasi yang lebih spesifik untuk mengurangi harga gas industri. – “Sebagai sebuah perusahaan, sangat penting bagi kami untuk dapat merencanakan segalanya dengan baik dan meningkatkan daya saing industri di pasar dunia.”

PT SPV adalah anak perusahaan dari grup perusahaan Lenzing AG yang berlokasi di pabrik Purwakarta di Austria perusahaan.

Baca: PGN Group dan produsen gas Bumi menandatangani perjanjian tahap kedua

Kapasitas produksi kayu untuk serat viscose yang digunakan dalam industri tekstil adalah 325.000 ton per tahun

Pasokan produknya 60% dari pasar ekspor, dan sisanya digunakan di dalam pasar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *