BI memperkirakan bahwa ekonomi Indonesia akan tumbuh dari 0,9% menjadi 1,9% karena pandemi Covid-19

Reporter Tribunnews.com Yanuar Riezqi Yovanda-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Bank of Indonesia (BI) memperkirakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia paling lemah pada kuartal kedua karena epidemi korona pandemi atau Covid-19.

Gubernur BI Perry Valguio mengatakan bahwa ekonomi akan tumbuh lambat pada kuartal ketiga dan keempat. Dia mengatakan dalam panggilan konferensi di Jakarta: “Dengan perkembangan ini, kami memperkirakan bahwa tingkat pertumbuhan untuk seluruh 2020 akan antara 0,9% dan 1,9%.”, Kamis (18 Juni 2020).

Baca: BI menurunkan suku bunga menjadi 4,25%

Baca: Faisal Basri: Bersiaplah, pertumbuhan ekonomi dapat dikurangi sebesar 3,9%

Perry menjelaskan bahwa model ini masih terlihat normal. Dengan kata lain, ekonomi masih tumbuh 2,97% di kuartal pertama.

“Kuartal kedua akan menurun sepenuhnya, dan kemudian secara bertahap membaik di kuartal ketiga dan keempat. Dia mengatakan bahwa itu konsisten dengan pemulihan ekonomi.

Pada saat yang sama, pertumbuhan ekonomi juga akan meningkat sebesar 5,0% menjadi 20% pada tahun 2021. 6,0% .

“Dipromosikan oleh dampak perbaikan ekonomi global dan stimulus kebijakan dari pemerintah dan Bank Sentral Indonesia. “Di masa depan, Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah dan otoritas terkait, sehingga selama dan setelah Covid-19, berbagai kebijakan dapat secara lebih efektif mendorong pemulihan ekonomi.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *