Faisal Basri: Hutang rupiah Indonesia meningkat, rupiah Indonesia menguat

Reporter Tribunnews.com Yanuar Riezqi Yovanda

Jakarta, kepala ekonom TRIBUNNEWS.COM-Indef Faisal Basri mengatakan bahwa nilai tukar rupiah terhadap dolar AS naik menjadi 14.000 rupiah, dibandingkan dengan sekitar 16.500 rupiah sebelumnya. Menurut penilaian Faisal, meskipun ekonomi masih tumbuh pada kuartal pertama 2020, manajemen kesehatan dan ekonomi yang disebabkan oleh pandemi korona atau Covid-19 masih agak kacau. Per Maret, ekonomi masih 2,7% positif? Harus diingat bahwa apresiasi rupee adalah karena peningkatan pasokan dolar, “” katanya dalam sebuah konferensi yang diadakan di Jakarta, Rabu (6/10/2020). — Oleh karena itu, ia percaya bahwa tidak ada hubungan antara penguatan dolar terhadap dolar. Nilai tukar rupiah fundamental ekonomi Indonesia telah membaik.

Baca: Menteri Koordinasi Erlanga: Presiden BI, Rupee terlalu kuat

“Pasokan dolar Indonesia telah sangat meningkat. Dari mana asalnya? Ya, itu adalah obligasi seimbang utang global, jadi mereka Manajemen tidak ada hubungannya dengan itu. “- Kata Faisal.

Baca: Komentar rencana Faisal Basri PEN: Utang jangka pendek dan banyak operasi nasional publik – Sebelumnya, total obligasi global yang dikeluarkan oleh Kementerian Keuangan dan perusahaan milik negara mencapai 10,9 miliar dolar AS (dengan nilai tukar 14.900 rupee per dolar AS pada April 2020, Setara dengan 162 triliun rupee).

Baca: Faisal Basri setuju bahwa pemulihan ekonomi Indonesia akan memakan waktu 5 tahun- “Kami akan melakukannya nanti, lihat ini secara global dalam bentuk 100% mata uang asing yang dipegang oleh orang asing Obligasi Pada periode tertentu, pemerintah menerbitkan surat utang dalam denominasi rupiah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *