2.200 penganggur mengambil pelabuhan Tanjung Priok dan menjadi karyawan JHT BPJS

Jakarta TRIBUNNEWS.COM – Pelabuhan Tanjung Priok (Tanjung Priok) memiliki total 2.200 pekerja bongkar muat (TKBM) kini telah terdaftar secara resmi sebagai peserta Program Jaminan Hari Tua BPJS Ketenagakerjaan (JHT).

Setelah dua bulan kerja keras, tujuan ini tercapai melalui STKBM Pelabuhan Tanjung Pruk.

Pengiriman simbolis dari Sertifikat Peserta Ketenagakerjaan BPJS dan Sertifikat Peserta kepada perwakilan STKBM pada awalnya dijadwalkan untuk Selasa lalu (17/3/2020). Namun-karena prevalensi Virus Corona (Covid-19), warga disarankan untuk tidak meninggalkan rumah, sehingga aktivitasnya tertunda.

Baca: Bahan alami curcumin dapat secara efektif meningkatkan kekebalan manusia, tetapi tidak efektif untuk Covid-19.

Presiden STKBM Nurtakim (Nurtakim) mengatakan dalam siaran persnya bahwa STKBM memperjuangkan hak normatif pekerja. Selain itu, HIK telah mendaftarkan peraturan tentang asuransi kerja. — Dengan menghitung rata-rata jumlah pekerjaan dalam sebulan, aturan mengenai pembayaran premi JHT akan disesuaikan dengan status TKBM sebagai pekerja sementara selama 10 hari kerja.

Menurut Nurtakim, penentuan jumlah adalah untuk menghadapi masalah hari kerja tidak teratur di TKBM. Dia berkata: “Kami telah sepakat untuk menetapkan rata-rata 10 hari kerja untuk setiap TKBM sebagai dasar untuk menghitung sumbangan JHT.” — Nurtakim berharap bahwa pekerja TKBM yang berpartisipasi dalam program BPHT Emploi JHT akan semakin meningkatkan kualitas mereka. Moral dan produktivitas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *