Rupee (Lopiah Loyo) menyentuh Rp pada Senin pagi. US $ 15.975

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM – Nilai tukar rupee melemah sebelum Senin (23/3) perdagangan dolar. -Bloomberg News (WBI) melaporkan 08,01, harga pasar rupee adalah 15,975 rupee, turun 0,09% dari hari perdagangan sebelumnya.

Level ini juga membuat rupee jatuh ke level tertinggi dalam sejarah. Mata uang Garuda telah melemah selama sembilan hari berturut-turut. Prevalensi virus korona masih menjadi alasan utama penurunan nilai tukar rupee.

Baca: Siaran mengatakan 50.000 surat undangan, Samarinda Walkot menunda pernikahan anak dan membagi makanan menjadi anak yatim

Baca: BI mengatakan kegiatan bisnis dan pegawai negeri tetap normal- — Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan bahwa semua data menunjukkan bahwa peningkatan kasus virus corona di Indonesia dan peningkatan jumlah kematian akan mengikis rupee.

“Sentimen pasar Senin (23/3) tergantung pada kebijakan pemerintah terkait dengan epidemi ini.” Selain itu, di Amerika Serikat dan Eropa, kondisi untuk menangani coronavirus juga berdampak. “-Valbury Asian Futures Lukman Leong menambahkan bahwa intervensi BI di tempat dan pasar DNDF dan sekuritas pemerintah (SUN) harus menjadi aktif.” Kemungkinan rupee dapat berhenti melemah dan rebound. “Menurut Lukman, nilai tukar rupee terhadap dolar AS adalah 15600-Rp 16000 dolar AS, yaitu sekitar 1 dolar AS. Rupee bergerak antara 15900-16300 rupee.

Berita ini disiarkan di KONTAN, judulnya adalah: Vietnam Dengan ketidakberdayaan yang datang, rupee mencapai level Rs 15.975 per rupee pada Senin (23/3) pagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *