Sri Mulyani adalah berita baik: PP THR menandatangani Ketua RI PMK Keluar pada 15 Mei

TRIBUNNEWS.COM – Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah mendesak pengusaha untuk membayar pekerja agama (THR) kepada pekerja mereka tepat waktu.

H-7 sebelum Lebaran paling lambat. – “THR Keagamaan adalah bahwa majikan yang berpenghasilan non-gaji harus membayar pekerja mereka dalam waktu 7 hari sebelum hari libur keagamaan,” kata Ida dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Kompas.com, Senin (5/11/2020).

Ida mengungkapkan bahwa THR Keagamaan telah disubsidi oleh Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia No. 6 tahun 2016 tentang festival keagamaan karyawan / subsidi karyawan perusahaan.

Permenaker adalah peraturan yang berasal dari pemerintah No. 78 tahun 2015 Indonesia Ketentuan Republik mengenai upah.

“Pengusaha yang menunda pembayaran THR agama untuk pekerja dapat didenda, sementara pengusaha yang tidak membayar THR pe dapat dikenai sanksi administratif sampai beberapa bisnis dihentikan,” katanya.

Baca: Analis: Kembalinya efisiensi perilaku ekonomi terbuka memungkinkan Rupiah Indonesia untuk memperkuat kekuatannya sendiri

Baca: Mengapa ekonomi Tiongkok lebih siap daripada krisis global?

Mewajibkan gubernur untuk mengawasi

Sebelumnya, Departemen Tenaga Kerja mengeluarkan Menteri Tenaga Kerja Sirkuler (SE), bernomor RIM / 6 / HI.00.01 / V / 2020, tentang penerapan peraturan agama selama epidemi Covid 19 , THR 2020 perusahaan.

Melalui pemberitahuan ini, semua gubernur Indonesia diundang untuk memastikan bahwa perusahaan membayar THR agama kepada pekerja sesuai dengan hukum.

Kompas.com melaporkan bahwa Ada juga mengatakan bahwa akan ada banyak masalah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *