Sri Mulyani meminta ekonomi Indonesia untuk menyusut jika ini terjadi

Reporter Tribunnews.com Yanuar Riezqi Yovanda-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memperkirakan kondisi ekonomi akan mulai pulih pada kuartal ketiga dan keempat tahun 2006 karena dampak dari virus coronavirus atau Covid pandemic19 2020 Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan bahwa perkiraan ini disebabkan oleh melemahnya PSBB dan peningkatan anggaran perawatan Covid-19 untuk mendorong konsumsi.

Baca: Bea Cukai masih di tengah-tengah pemantauan stabilitas harga pasar dari pandemi harga rokok Covid-19 stabilitas harga- “Namun, Sri Mulyani percaya bahwa jika ekonomi Indonesia setidaknya dua berturut-turut Jika tingkat pertumbuhan dipertahankan pada setiap kuartal, maka ekonomi Indonesia juga dapat mengalami resesi. “) Di wilayah negatif, kuartal ketiga mungkin negatif 1,6%. Inilah yang secara teknis saya katakan, jika kuartal kedua dan ketiga juga negatif, kita dapat jatuh ke dalam resesi, “katanya di sesi ke-11 DPR, Senin (22/6/2020). Dia mengatakan bahwa karena itu Pemerintah Indonesia berusaha keras agar pertumbuhan ekonomi pada kuartal ketiga dapat lebih besar dari 0%.

“Kuartal ketiga meningkat dari 1,4% menjadi negatif 1,6%. Pada saat yang sama, untuk kuartal keempat, ketika belanja publik dan insentif bisnis mulai terasa dipercepat, kami berharap pertumbuhan telah berakhir, Sri Mulyani berkata: “3% atau 3,4%.”

Baca: BPS: Dampak pandemi Covid-19 mengurangi populasi alami tujuh dari sepuluh

Namun, sekali lagi menjabat sebagai mantan Direktur Jenderal Bank Dunia menambahkan bahwa jika jumlah keseluruhan negatif pada tahun 2020, pemerintah telah menyiapkan Situasi yang lebih buruk.

“” Atau, jika kita menggunakan skenario yang sangat tidak menguntungkan, yaitu angka negatif (setahun penuh), mungkin pada kuartal keempat, tingkat pertumbuhannya sekitar 1%. Dia menyimpulkan: “Oleh karena itu, antara 1% dan 3,4%, sehingga jumlah keseluruhan tahun 2020 turun dari 0,4% menjadi 1% negatif.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *