Mata uang tercetak yang diusulkan akan mempengaruhi tidak hanya inflasi yang parah tetapi juga pertumbuhan ekonomi

Laporan oleh reporter Tribunnews Fitri Wulandari-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM – Permintaan ekonom India Bhima Yudhistira kepada badan anggaran RPPR RPR (Bangladesh) dicetak oleh Bank Indonesia (BI) Mengatur sejumlah besar dana untuk menanggapi proposal dan menyesali dampak coronavirus (Covid-19). Menurutnya, jika “proposal Banggar” disetujui “, banyak penelitian harus dilakukan pada dampak rupee. Dari dampak Indonesia terhadap inflasi hingga dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi.

“Oleh karena itu, perlu untuk melakukan penelitian terkait dengan efek inflasi dan dampak stabilitas rupee, dan kemudian untuk mempelajari pertumbuhan ekonomi sektor fisik, kata Bhima dalam Tribunnews, Jumat (8 Mei, 2020) Sampai tenaga kerja terserap – Menurut Bhima, struktur anggaran negara saat ini tidak bagus – Membaca: Para ekonom ingat bahwa jika BI menyetujui DPR Banggar yang diusulkan, cetak rencana mata uang Rp 600 T, Dapat menyebabkan hiperinflasi – oleh karena itu, jika rupee mencapai tingkat yang mengejutkan, maka banyak kerugian akan terjadi.

Salah satunya terkait dengan kemungkinan manfaat sosial yang memerlukan injeksi dana.

Baca : Institusi itu dibongkar, dan petani karet yang masih hidup dari Beruang Muara Enim sudah hampir mati. Struktur anggaran negara sendiri sudah tidak sehat. Di bagian mana dari pembelian, pembayaran bunga sangat penting. Oleh karena itu, BI memasuki APBN Uang dicetak ketika hutang dibayar, yang merupakan hal yang sama, atau menemukan diri Anda di sebuah perusahaan besar yang memerlukan suntikan modal dari anggaran nasional, “kata Bihima.

Baca: DPR bingung, walaupun kasus Corona masih tinggi, Kementerian Perhubungan membuka kembali layanan transportasi

Oleh karena itu, ia percaya bahwa jika mata uang cetak yang diusulkan diterima, mungkin ada likuiditas yang mirip dengan bank-bank Indonesia Kasus bantuan kasus (BLBI).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *