Hanya 200.000 UMKM yang mendapat manfaat dari insentif, yang merupakan kendala

Reporter Tribunnews.com, laporan Reynas Abdila-TRIBUNNEWS.COM, Jakarta-Suryo Utomo, Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, menunjukkan bahwa hanya 201800 UKM yang menerima insentif pajak yang didukung pemerintah (PPh). -Gambar ini hanya menempati 8% dari total jumlah UMKM yang berpotensi untuk mendapatkan fasilitas PPh final. “” Menurut statistik kami sejauh ini, mereka yang terdaftar dapat menerima 200.000 keuntungan baru dari 2,3 juta tahun lalu. Diantaranya adalah NPWP, “kata Suryo dalam diskusi online, Senin (13/7/2020).

Baca: Selama pandemi, Sandiaga Uno menyarankan perusahaan kecil dan menengah untuk bekerja sama

Baca: Meremajakan pergerakan UMKM melalui pertanian pertanian-ia menyebutkan bahwa upaya sosialisasi dilakukan dengan mengirim email insentif pajak ke 2 juta UKM. “” Mereka (UMKM) belum pernah mendengarnya karena 90% email diumumkan melalui Suryo: “Tujuannya, tetapi statistik belum goyah.

Kali ini, General Manager Pa jak mengundang UMKM yang terkena dampak Covid-19, yang belum terdaftar di situs resmi Administrasi Negara Perpajakan. Dia mengatakan di situs web bahwa dia dapat memperoleh semua informasi sehingga UMKM dapat difasilitasi .

“Cara mendaftar online tidak sulit. Kami santai tentang PMK 44 yang hanya mengirim pesan. Omsetnya sangat besar, ia menjelaskan, “hal yang sama berlaku untuk jumlah PPh yang didukung oleh pemerintah.” 3 juta, tetapi kenyataannya tergantung pada Rp. 7 juta. “UKM khawatir akan dikenakan pajak karena mereka merasa penghasilan mereka tidak cukup.” Belum lagi mereka sudah sibuk dengan bisnis produksi. Mereka tidak tahu bagaimana cara menyimpan akun, “kata Victoria.

Dia menjelaskan bahwa koperasi dan Departemen UKM telah menyediakan UKM ini dengan kemungkinan menggunakan aplikasi akuntansi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *