Evaluasi peraturan khusus untuk produk tembakau alternatif

Ariyo Bimmo, Ketua TRIBUNNEWS.COM Jakarta-Indonesia Tabar Federation (Kabar), mengatakan bahwa produk tembakau alternatif harus diatur dalam peraturan proporsional khusus berdasarkan profil risikonya. Digunakan dalam rokok tembakau. — “Indonesia harus mengatur penggantian produk tembakau melalui peraturan yang terpisah, seperti produk tembakau yang dipanaskan dan rokok elektronik, yang harus dipisahkan oleh peraturan, karena kandungan bahan kimia berbahaya dan berpotensi berbahaya yang terkandung dalam produk tembakau pengganti lebih tinggi daripada rokok. Jauh lebih rendah, “kata Bimmo dalam pernyataan tertulis, Selasa (25/02). 2020). Menurut Bimmo, pemerintah harus mendorong penelitian ilmiah nasional termasuk ahli kesehatan, akademisi, pelaku bisnis dan pemangku kepentingan lainnya.

Keberadaan penelitian ilmiah memungkinkan masyarakat, terutama perokok, untuk mendapatkan informasi yang akurat dan teruji tentang merokok. Produk tembakau alternatif sebagai keputusan negara besar.

“Hasil penelitian ilmiah nantinya dapat digunakan sebagai dasar untuk merumuskan peraturan berdasarkan karakteristik risiko. Selain itu, bukti penelitian ilmiah mengoreksi Binmo mengatakan:” Ada persepsi buruk tentang produk pengganti tembakau di masyarakat.

Mengenai peraturan khusus, UE mengadopsi European Tobacco Products Directive (EUTDP) untuk mengatur penggantian produk tembakau. -Dr. Kontantinos Farsalinos, seorang ahli jantung di Universitas Patras di Yunani, menambahkan bahwa UE telah menerapkan peraturan komprehensif tentang produk tembakau alternatif. -Semua produk tembakau alternatif, terutama rokok elektronik, dijual sebagai produk konsumen yang diawasi dengan ketat. Dia mengatakan: “EUTDP dapat digunakan sebagai panduan untuk memberlakukan peraturan produk tembakau alternatif di Indonesia untuk membantu meningkatkan perlindungan kesehatan masyarakat, terutama perlindungan perokok dewasa.” -Karena pemerintah secara resmi memungut cukai pada tahun 2018, tembakau alternatif Distribusi produk di Indonesia cukup besar. -Menurut Asosiasi Evaporator Pribadi Indonesia (APVI), jumlah pengguna tembakau pengganti dalam produk tembakau Indonesia akan mencapai 1 juta pada Desember 2019. (Rey / *)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *