Penilaian OJK terhadap perusahaan asuransi memasuki tempat-tempat penahanan

Reporters Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda, Jakarta

TRIBUNNEWS.COM, Jakarta-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan penghargaan atas sikap santai perusahaan asuransi, yang memperpanjang perpanjangan pemegang polis hingga 4 bulan. Anggar Budhi Nuraini, Wakil Direktur OJK I IKNB.

Menurutnya, ini memenuhi kondisi sulit saat ini, terutama pandemi Covid-19 yang dirasakan oleh semua departemen. Termasuk industri keuangan non-bank.

Baca: OJK telah mengevaluasi langkah-langkah merger yang telah muncul di bank besar Indonesia

Baca: Wakil Presiden BPKN Relaksasi Kredit Rolas Sitinjak: Jika ada ‘saran teknis OJK, akan lebih baik- – ” Jika ditanya apakah semua bisnis asuransi harus menyediakan (relaksasi), ya, semoga ya. Kami akan berterima kasih kepada mereka, karena dalam hal ini, mereka membantu mengurangi beban masyarakat dalam keadaan sulit (Covid). -19), “katanya kepada Jakarta. , Senin (11 Mei 2020).

Sebagaimana dinyatakan dalam surat OJK S-11 / D.05 / 2020 tanggal 30 Maret 2020, OJK melonggarkan tanggung jawab semua perusahaan asuransi, reasuransi, dan asuransi syariah, sementara reasuransi syariah menyediakan Perpanjang waktu pemegang polis dari 2 bulan pertama hingga 4 bulan.

Baca: Polis asuransi khusus yang diadopsi oleh industri desain asuransi untuk Covid-19

Anggar percaya bahwa ini adalah untuk mengurangi kewajiban Covid-19 untuk mempersulit pemegang polis untuk membayar tepat waktu. OJK juga memberikan fleksibilitas bagi perusahaan asuransi tanpa perlu membayar premi tatap muka atau menutup polis asuransi pelanggan.

“Kedua belah pihak dapat bertransaksi online tanpa tatap muka. Kami bermaksud mendukung perjanjian kesehatan yang diuraikan dalam banding PSBB. Sekarang, jika perusahaan asuransi dapat melakukan ini, maka dapat dipastikan bahwa apa pun itu Kami sangat berterima kasih. “

Ditit Mehta Pariadi, CEO Jasindo Insurance, mengatakan bahwa Jasindo Insurance sangat sensitif dan segera mengajukan banding ke OJK: karena reorganisasi kredit bank dan pembiayaan setelah Covid-19, kredit bank berkurang, Ini terkait dengan perpanjangan pembayaran premi. Setelah <<, perhitungan pengembalian uang atau premi tambahan akan disesuaikan sesuai dengan kebijakan PKS atau induk yang ada (yaitu kebijakan pengembalian premi awal), dan kemudian dituliskan ke dalam premi. Kebijakan baru mematuhi ketentuan tambahan dari perjanjian kredit yang direorganisasi atau perjanjian kredit baru. "Dia berkata. Penghasilan premi telah berkurang karena pembayaran premi asuransi jiwa dan hutang buruk bank. Bagi perusahaan, jaminan pertanggungan akan dilakukan sesuai dengan persyaratan." Jangka waktu pertanggungan dan masa pertanggungan Pe yang disetujui baru, dengan perhitungan premi baru, Premi penukaran yang berkurang akan menjadi premi tambahan untuk premi tambahan. Restrukturisasi premi. Diditt melanjutkan dengan mengatakan bahwa untuk premi asuransi yang lebih ekonomis, persetujuan penutupan dapat diubah menjadi total loss only (TLO). Jumlah asuransi tambahan yang diasuransikan dihitung secara proporsional, dan semua tarif asuransi selalu mengacu pada peraturan OJK yang berlaku No. 6 / SEOJK.05 / 2017. Dia juga menambahkan bahwa harga kondom dapat dikurangi hingga 50%, atau setidaknya sama dengan batas kredit operasi. Dia mengatakan bahwa dalam waktu enam bulan setelah reorganisasi kredit, bonus tambahan restrukturisasi kredit akan diberikan. Didit juga mengkomunikasikan kebijakan ini ke semua cabang di Indonesia. Kami mengomunikasikan grup bisnis ke cabang, dan dari sana kami bersosialisasi dengan para pelanggan, ia menyimpulkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *