Relaksasi kredit, BTN akan bertindak sebagai reorganisasi online

TRIBUNNEWS.COM-Jakarta bank PT Tabungan Negara Tbk (BBTN) Jakarta menyatakan bahwa ia telah menerima permintaan restrukturisasi kredit dari debitur yang terkena dampak Covid-19. -19, Bank BTN mengkategorikan permintaan peminjam yang diajukan secara online.

“Sudah lebih dari 17.000 pinjaman debitur telah direstrukturisasi. Mereka yang telah mengajukan puluhan ribu reorganisasi kredit,” Sabtu (11/4), Direktur Keuangan, Perencanaan dan Keuangan BTN Bank Nixon LP Napitupulu, Perencanaan dan Keuangan . Nixon melanjutkan dengan mengatakan bahwa sekarang, Bank BTN telah mendaftarkan hampir 2 juta debitur di antara para peminjam, dengan total utang lebih dari 250 triliun rupiah. Pada saat yang sama, ribuan permintaan untuk restrukturisasi BTN telah mencatat platform total throughput sekitar Rs 2,7 triliun. Nixon menambahkan: “Ini termasuk pinjaman perumahan bersubsidi debitur (KPR), yang, menurut peraturan OJK, berjumlah kurang dari 10 miliar rupee.” Nixon menjelaskan bahwa restrukturisasi utang diajukan oleh debitur melalui reorganisasi online yang disiapkan oleh BTN . Dengan sistem online ini, debitur BTN yang mengajukan permintaan reorganisasi tidak harus pergi ke cabang tempat mereka meminta pinjaman. BTN telah menyiapkan layanan online yang menanggapi permintaan ini melalui www.rumahmurahbtn.co.id.

Membaca: Memperkenalkan “MISUMI-VONA”, ini adalah cara termudah untuk berbelanja untuk produk-produk manufaktur

Membaca: Dalam epidemi virus Corona di 3 gunung di Indonesia, dalam keadaan siaga, anak-anak Kratau dan 17 lainnya Perlu dicatat bahwa setelah POJK mengumumkan kebijakan pelonggaran kredit untuk debitor yang terkena dampak Covid-19, BTN bersedia memberikan kebijakan restrukturisasi kredit. Debitur dan orang yang terinfeksi virus telah menghancurkan kemampuan mereka untuk membayar. Namun, Nixon menekankan bahwa tidak semua debitur dapat memperoleh manfaat dari kebijakan tersebut. Ini konsisten dengan pedoman pemerintah, yang mensyaratkan bahwa deregulasi hanya berlaku untuk debitor yang benar-benar terpengaruh oleh Covid-19. Dia berkata: “Karena itu, bank harus diklasifikasikan, dan kita harus diklasifikasikan.” Target pertumbuhan kredit direvisi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *