Warga Ngeluh menaikkan tagihan listrik, juru bicara tarif Istana Bantah menaikkan

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM – Baru-baru ini, banyak warga mengeluhkan kenaikan harga listrik. Juru bicara Presiden untuk urusan sosial Angkie Yudistia mengutuk kasus ini. Menurutnya, kenaikan tagihan bukan disebabkan oleh kenaikan harga listrik.

Angkie mengatakan dalam sebuah pernyataan tertulis pada Senin (6 Juni 2020): “Pemerintah menegaskan bahwa harga listrik belum meningkat karena penduduk telah mengeluh baru-baru ini.” Angkie mengatakan tingginya harga listrik disebabkan oleh kegiatan yang lebih sering di rumah. Disebabkan oleh konsumsi daya yang jauh lebih tinggi. Dia juga mengatakan, “Ini juga meningkat.”

Baca: Kementerian Perhubungan meningkatkan kapasitas angkut penumpang hingga 70%

Secara teknis, PLN juga menjelaskan faktor-faktor yang menyebabkan harga listrik tinggi selama periode PSBB.

Ada sistem penangguhan tiga bulan yang dapat membuat tagihan melambung karena penggunaan yang lebih besar dari PSBB sebelumnya.

Baca: Kadin: 6,4 juta pekerja yang terkena PHK dan PHK, Impact Covid- 19 – Untuk memantau konsumsi listrik rumah tangga dan keluhan dan keluhan, PLN menyediakan berbagai metode pengiriman yang dapat diterapkan oleh penduduk, khususnya: dengan mengunduh aplikasi PLN Seluler, pemantauan melalui tautan pln.co.id dan kontak PLN 123- — Baca: Bank Mandiri percaya bahwa jika pandemi Covid-19 berakhir, ketiga departemen ini akan sulit ditingkatkan

PLN juga menyediakan pembacaan meter melalui WhatsApp resmi (nomor telepon: 081-22-123-123) Layanan

General Manager PLN Zulkifli Zaini menyatakan bahwa PLN adalah perusahaan publik dan setiap laporan harus diaudit oleh BPK dan dipantau oleh BPKP sehingga partainya tidak dapat menaikkan suku bunga melalui keheningan.

– Diam, kami memantau secara internal dan eksternal. Oleh karena itu, sejauh menyangkut harga listrik, kami tidak dapat dan tidak dapat mengejar kebijakan yang sewenang-wenang, “kata Zulkifli dalam siaran pers, Sabtu (5 September 2020).

Judul artikel ini di Kompas.com sebagai “warga mengeluh listrik puncak, istana berbicara dengan keras

penulis: Ihsanuddin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *