Minyak mentah Brent yang dikirim pada Juli naik lebih dari $ 25 per barel.

MOSCOW TRIBUNNEWS.COM-Ketika pandemi Corona Virus (Covid-19) terus berdampak pada pasar global, harga minyak juga telah turun tajam.

Pada 23 April, minyak mentah Brent dan West Texas Light Crude Oil (WTI) akan mengalami penurunan tajam. Pertumbuhan moderat masing-masing mencapai US $ 22,25 dan US $ 15,7 per barel.

Baca: Menteri Perindustrian memperkirakan bahwa setelah pandemi korona, ekonomi Indonesia telah tumbuh lebih cepat, dan harga minyak mentah Brent yang dikirim pada bulan Juli juga naik menjadi lebih dari $ 25 per barel. Pada Senin (27/4/2020), dikutip di halaman “Berita Satelit” bahwa harga minyak mentah berjangka Juli Brent naik 0,93% menjadi US $ 25,04 per barel.

Pada hari Senin pukul 2:54 adalah waktu Moskow. — Meskipun harga minyak mentah WTI Juni berjangka turun 1,42% pada hari Senin, itu masih US $ 16,7 per barel. Harap dicatat bahwa pada awal bulan ini, harga kontrak berjangka WTI memasuki zona negatif untuk pertama kalinya dalam sejarah.

Ini dipicu oleh efek korona pandemi, yang melemahkan produk permintaan minyak bumi. .

Kemudian pada 22 April, kontrak berjangka minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Juni turun 26,95% menjadi $ 18,68 per barel.

Baca: LPDB-KUMKM belum mengubah saluran target, meskipun virus korona pandemi-ini adalah harga terendah sejak Desember 2001.

Menanggapi krisis pasar minyak yang disebabkan oleh pandemi ini, produsen minyak OPEC + juga menandatangani perjanjian baru pada 12 April untuk secara kolektif mengurangi minyak dari 1 Mei 2020 untuk periode dua Produksi harian bulanan mencapai 9,7 juta barel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *