Menteri Keuangan: Pertumbuhan ekonomi dapat menurun pada kuartal kedua 2020

TRIBUNNEWS.COM-Menteri Keuangan Jakarta Sri Mulyani Indrawati mengatakan pandemi Covid-19 memiliki dampak besar pada pertumbuhan ekonomi negara.

Dia bahkan meramalkan bahwa pertumbuhan ekonomi pada kuartal kedua tahun ini dapat jatuh ke -5 “Kami berharap pertumbuhan ekonomi pada kuartal kedua turun ke -3,8% atau -3,5% hingga -5,1%.” Kamis (9) / 7) Ada diskusi tentang agenda pertemuan yang diadakan dengan Biro Anggaran Indonesia (Banggar) DPR.

Baca: Jokowi: Pertumbuhan ekonomi diperkirakan akan turun sebesar 3,8% pada kuartal kedua-pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama jauh lebih rendah daripada pertumbuhan ekonomi 2,97% pada kuartal pertama. -Pada kuartal pertama, penurunan pertumbuhan ekonomi disebabkan oleh penurunan konsumsi publik, investasi, dan terutama investasi. -Pada kuartal kedua, tekanan pertumbuhan ekonomi bergantung pada adanya pembatasan sosial skala besar (PSBB) skala besar di berbagai daerah sebagai bagian dari pengelolaan komunikasi. Penyakit Coronavirus 2019.

Menurut perkiraan ini, Sri memperkirakan bahwa pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama akan berkisar dari -1.1% hingga -0.4%. – Pada saat yang sama, Sri berharap bahwa akan ada pemulihan di kuartal ketiga dan keempat, karena kebijakan normal baru perlahan-lahan memulai kembali kegiatan ekonomi.

Jika ini terjadi, tingkat pertumbuhan ekonomi pada kuartal ketiga akan antara -1% dan 1,2%, sedangkan tingkat pertumbuhan ekonomi pada kuartal keempat akan antara 1,6% dan 3,2%.

“Kami mengharapkan pemulihan di kuartal ketiga, oleh karena itu, dalam perkiraan ekonomi kami, kami memperkirakan akan mencapai kisaran mendekati nol atau bahkan positif, yang kami sebut antara negatif 0,4. Sri berkata: “% dan 1% adalah angka positif. “-Artinya disiarkan di KONTAN dengan judul: Sri Mulyani: Potensi pertumbuhan ekonomi bisa turun -5,1% dari kuartal kedua ke kuartal kedua tahun 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *