Indef: Momentum kartu karyawan salah

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Eko Listiyanto peneliti di Institut Pengembangan Ekonomi dan Keuangan (Indef) mengevaluasi dinamika penerbitan kartu pra-kerja ketika Pandemi Virus Coremi (Covid-19) tidak akurat. -Hasil penelitian Indef menunjukkan bahwa dari 6 kebijakan manajemen Covid-19 yang telah menerima tanggapan negatif dari masyarakat, 1 adalah kartu pra-kerja.

Dilakukan di timeline Twitter pada 27 Maret 2020 38.260 diskusi Pada 5 April 2020, 81% publik menolak ini. Kartu pra-kerja disebut anggaran yang tidak berguna dan ada konflik kepentingan.

Baca: Menjaga agar harga makanan stabil selama bulan Ramadhan, yang merupakan wewenang Kementerian Perdagangan

Baca: 4 resep masakan disesuaikan dengan menu Sahur, mie goreng, rempah-rempah, Opor dan tuna ikan, rempah-rempah Arsik– ” Kita tahu bahwa jumlah PHK telah meningkat. Keberadaan pekerjaan tidak sia-sia, tetapi motivasi tidak terlalu baik untuk Eko, “kata Eko dalam konferensi video di Jakarta, Minggu (26/4/2020).

Eko mengevaluasi keberadaan personil. Sertifikat pra-pekerjaan selama pandemi tampaknya dipaksakan oleh pemerintah. Pekerja yang terkena PHK bertanggung jawab. Pekerja yang dipecat saat ini membutuhkan dana nyata untuk bantuan sosial daripada pelatihan, tetapi pelatihan online yang termasuk dalam kartu pra-kerja tampaknya “aneh.” Mulai dari pelatihan Microsoft Word mengetik 500.000 rupee hingga pelatihan ojek online dengan harga 1 juta rupee.

“Ini berisi kursus online, ada konflik kepentingan, dan banyak orang tidak setuju .— Untuk meningkatkan manajemen Covid dan sentimen publik, Eko percaya bahwa dana kartu pekerja harus didistribusikan kembali ke departemen lain, selama ada pandemi Masih menekan pendapatan masyarakat, implementasi dan distribusi bantuan sosial harus cepat dan memenuhi tujuan. Distribusi bantuan sosial yang cepat akan mempercepat pemulihan ekonomi yang semakin tenggelam. “Eko mengatakan:” Saran saya adalah bahwa konsep pelaksanaannya harus diperkuat. Bagaimana politik dapat menyebarkannya ke masyarakat. Presiden dan departemen pemerintah perlu menekankan isu-isu ini sehingga manajemen Covid -19 dapat menimbulkan optimisme. “

Artikel ini telah dipublikasikan di Kompas.com dan berjudul” Indef: Tidak Perlu Kartu Kerja , Tapi motivasinya tidak benar “

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *