KAI menyerukan relaksasi aturan SIKM untuk memulai kembali kereta Jakarta-Bandung

Reporter Tribunnews.com melaporkan pada Darmawan Day-TRIBUNNEWS.COM, Jakarta-PT Indonesia Kereta Api (KAI), menulis kepada pemerintah daerah DKI di Jakarta, meminta relaksasi lisensi ekspor (SIKM). Presiden Indonesia Ketua PT KAI Didiek Hartantyo mengatakan bahwa tujuan bersantai SIKM ke DKI Jakarta adalah untuk memulihkan operasi kereta api rute Jakarta-Bandung dari Argo Parahayangan. -Didik mengatakan dalam pertemuan pendapat bersama dengan Dewan Perwakilan Komite Kesepuluh: “Kementerian Perhubungan (Menhub) menginstruksikan kita untuk memulai kembali layanan kereta Argo Parahyangan di Bandung, tetapi itu bertentangan dengan keberadaan SIKM.” Selasa (2020/7/7) 07) .—————————————————————————————————————————————————————— masalah hal. -Baca: Menteri Perhubungan mengusulkan untuk menghapuskan Didick: “Saat ini, masyarakat lebih suka menggunakan mobil pribadi untuk pergi ke Bandung karena penggunaan kereta api memerlukan perjanjian yang ketat,” kata Didick. Partai politik menulis kepada Gubernur DKI di Jakarta untuk mendapatkan ruang bagi SIKM. -Baca: Menteri Perhubungan meminta untuk menghapus SIKM, Kadishub DKI: Sampai akhir bencana yang tidak wajar, tetap berlaku.

“Didick berkata:” Kami telah menulis surat kepada Gubernur DKI Jakarta, Menhub dan Covid-19 Satgas Manajemen yang Dipercepat untuk memberi kami keleluasaan untuk mengoperasikan rute dari Jakarta ke Bandung. ”— Membaca: Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta Covid-19 untuk mencabut Kelompok Regulasi Wajib SIKM Jakarta: Ini tidak perlu – Didiek juga mengungkapkan bahwa dengan kembalinya kereta Jakarta-Bandung, pihaknya dapat mengevaluasi pengguna Rute ini. Dia berkata: “Saat ini, jalan tol sudah ramai, jadi kami juga membutuhkan jalan tol. Kami juga menjamin bahwa dengan santai SIKM, protokol kesehatan yang diadopsi oleh KAI dapat menekan penyebaran Covid -19. “Didik menjelaskan bahwa pada periode normal baru, KAI telah mengadopsi prosedur kebersihan yang ketat, dan kemungkinan penularan sejauh ini sangat rendah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *