Bisnis waralaba membutuhkan pengembangan produk untuk bertahan dari pandemi Covid-19

Laporan oleh reporter Tribunnews.com Reynas Abdila

Jakarta TRIBUNNEWS.COM – Asosiasi Kehormatan Waralaba Indonesia (AFI) Presiden Kehormatan Anang Sukandar mengatakan bahwa pengembangan produk baru atau produk baru harus dalam semua kondisi Kelangsungan hidup, termasuk Covid-19 .— Saya melihat bahwa selalu ada pergerakan ekonomi di industri waralaba. Dia mengatakan: “Pengusaha yang menghadapi hambatan harus memulai bisnis baru atau mengembangkan produk baru. Sangat perlu untuk meneliti pengembangan produk sehingga mereka dapat beradaptasi dengan situasi apa pun,” katanya dalam pernyataan tertulis, Rabu (10 Oktober 2020). Menghadapi normal baru.

“Dalam menghadapi normal baru, pedagang harus beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen. Misalnya, melakukan penyesuaian dalam promosi atau operasi,” simpul Annan. Tahun lalu, target pertumbuhan waralaba Indonesia meningkat 10%.

“Pertumbuhan 10% pada 2019. Pada 2018, itu kurang dari 10%, mungkin 5-6%,” kata Andrew.

“Targetkan pertumbuhan ini termasuk pertumbuhan cabang, konsep dan transaksi baru,” lanjutnya.

Andrew mengakui bahwa makanan dan minuman (makanan dan minuman) telah memberikan kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan waralaba di Indonesia sejauh ini.

Alasannya adalah pengaruhnya di pasar yang lebih luas dan produk- “Pasar makanan dan minuman sangat besar, memang, jika orang menjual kopi atau kue, itu mudah. ‚Äč‚ÄčIndustri makanan dan minuman sebagian besar” kuno. “, Kata Andrew.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *