Mempengaruhi Covid-19, untuk debitur UMKM, industri perbankan akan sangat berhati-hati tentang ekspansi kredit

Reporter Tribunnews.com, Reynas Abdila, laporan Jakarta – TRIBUNNEWS.COM-Kepala Ekonom BNI Ryan Kiryanto mengatakan bahwa di tengah Covid-19, bank akan lebih berhati-hati dan populer ketika memberikan pinjaman kepada usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Menurutnya, bank yang masih memiliki likuiditas cukup bahkan tidak berani mengambil risiko.

“Sekalipun dampak Covid-19 luar biasa, tren ekspansi kredit akan terus berlanjut. Namun dalam hal penilaian dan uji tuntas pada debitur di UMKM, itu akan sangat berhati-hati”, sebuah seminar virtual yang diadakan di Jakarta oleh Ryan Kata di pertemuan itu. Selasa (19 Mei 2020) .——————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————— Kelemahan ekonomi global telah menyebabkan penurunan daya beli masyarakat, sehingga wajar untuk mengadopsi sikap perbankan yang hati-hati.

“Kami berada pada titik gelombang permukaan Covi d-19,” katanya — ia menambahkan bahwa semua perusahaan di perusahaan kecil, menengah dan mikro tidak menghadapi risiko tinggi karena departemen tertentu seperti kesehatan dan makanan pokok sebenarnya Ini baik.

“Terutama sekarang, diet vegetarian dipertahankan. Semakin banyak karena banyak orang sangat sensitif terhadap kesehatan,” kata Ryan.

Pada saat yang sama, Teten Masduki, Menteri Koperasi dan UKM, tidak menolak status departemen UMKM yang terkena pandemi virus korona.

Dalam data yang diberikan, setidaknya 43% dari UMKM berhenti bekerja dan sebagian menabrak roda dengan memproduksi peralatan pelindung diri dan masker. “Kemarin, temuan Unpad juga menunjukkan bahwa 43% dari UMKM di Jawa Barat akan berhenti. Kami pikir 40% dari UKM akan berhenti,” kata Teten.

Teten menjelaskan bahwa 99% orang Indonesia adalah UKM, tetapi sayangnya, tidak ada data yang tepat untuk menjamin keberadaan mereka. Dia menambahkan: “Hanya restrukturisasi kredit tidak cukup.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *