Ekonom: Investor secara alami akan memilih untuk berinvestasi dalam peraturan nasional yang kondusif untuk investasi

JAKARTA, TRIBUNNEWS.COM – Banyak orang memberikan komentar positif pada pembahasan UU Penciptaan Tenaga Kerja (RUU) oleh pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat.

Persetujuan RUU seharusnya membawa investasi dan membuka lapangan kerja, serta solusi untuk pemulihan ekonomi pasca-krisis akibat pandemi19. Ekonom Universitas Padjadjaran Aldrin Herwani (Aldrin Herwani) mengatakan bahwa Undang-Undang Hak Cipta Ketenagakerjaan adalah salah satu terobosan pemerintah dalam bidang regulasi. Semangat RUU Ketenagakerjaan untuk mengurangi kompleksitas investasi dipandang sebagai solusi untuk krisis yang disebabkan oleh pandemi.

Baca: Skandal berbahaya Jiwasraya melibatkan 13 manajer investasi dalam kutipan saham

“Ekonomi kita telah dilanda pandemi. Banyak peraturan yang tumpang tindih yang menghambat investasi perlu segera diimplementasikan Tinjau, “kata Aldrin, Senin (6/7/2020). Investor tentu berharap untuk menginvestasikan dananya di negara-negara yang ramah investasi.

Baca: Surya Energi Raya memerlukan pengembalian investasi di blok Cepu

Dibandingkan dengan negara-negara tetangga di kawasan ASEAN, Indonesia adalah salah satu negara yang paling tidak kompetitif dalam hal investasi. Menurut data Bank Dunia, Indonesia berada di peringkat ke 73 dalam skor kenyamanan perdagangannya. Situasi ini dapat diperbaiki dengan menyetujui RUU “Work Cipta”. Payung sapu universal diyakini mengurangi peraturan yang tumpang tindih dan mengganggu.

“Jika RUU hak cipta disahkan sekarang, saya yakin investor akan melarikan diri kepada kami. Karena pandemi 19 umum, pekerjaan terbuka dan pengangguran yang tinggi adalah solusinya,” kata Aldrin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *