BRI bermitra dengan Askrindo dan Jamkrindo untuk memberikan jaminan kredit untuk UKM

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Keuangan Republik Indonesia, dalam rangka implementasi Rencana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), mengeluarkan PMK n ° 71/2020 tentang proses penjaminan UMKM.

Setelah penyelesaian, Bank untuk Penyelesaian Internasional menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) dengan Askrindo dan Jamkrindo, agen penjamin yang ditunjuk oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia untuk menjamin pinjaman modal kerja kepada para penulis UKM di 19 konsorsium. Di Jakarta pada Selasa (Juli 2020).

“Kerja sama ini adalah untuk memenuhi misi pemerintah untuk mempercepat pemulihan ekonomi dengan membalikkan UMKM yang terkena dampak pandemi, sehingga debitur UMKM dapat bertahan atau melanjutkan kegiatan. Selain itu, berkat mekanisme jaminan ini, perusahaan Ada juga meningkatnya optimisme tentang kemungkinan pembiayaan sesuai dengan tujuan yang ditetapkan, “kata Sunarso, Presiden Bank BRI, yang berpartisipasi dalam upacara penandatanganan. Sebagai jaminan, termasuk UKM, perorangan, koperasi dan badan usaha, batas maksimum adalah 10 miliar rupee, dan jangka waktu pinjaman maksimum adalah 3 tahun. (DHN). Sunarso menambahkan bahwa sesuai dengan perjanjian jaminan, Askrindo atau Jamkrindo akan memberikan jaminan untuk pinjaman dalam program PEN, dan pemerintah akan menanggung biaya layanan jaminan (IJP) yang dibayarkan kepada dua lembaga asuransi di atas .— “Bank BRI sebagai kredit Distributor akan selalu mengikuti prinsip perbankan yang berhati-hati dan dipandu oleh syarat dan ketentuan jaminan, “tambah Sunarso.

Pada kesempatan sebelumnya, Menteri Kelautan dan Koordinasi Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meminta para pihak untuk mempercepat implementasi kebijakan pemerintah untuk mengatasi dampak virus corona terhadap perekonomian, salah satunya adalah rencana penjaminan modal kerja UMKM. Dalam hal ini, sebagai bank eksekutif dengan portofolio aset UMKM terbesar di Indonesia, BIS sangat mendukung program penjaminan.

Langkah perusahaan untuk memetakan pinjaman kredit ke departemen kegiatan yang relevan membuktikan hal ini, sehingga UKM dapat berdiri dan membangun kembali bisnis mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *