Sri Mulyani biasanya digunakan ketika bekerja dari rumah, ia mengejar pertumbuhan finansial

Reporter Tribunnews.com Yanuar Riezqi Yovanda

Jakarta TRIBUNNEWS.COM – Menteri Keuangan Sri Mulyani terus mengamati perkembangan terbaru dalam epidemi virus korona atau Covid-19, termasuk apakah Anda bekerja dari rumah atau di rumah saat Anda menggunakan virus asing.

Sri Mulyani mengatakan bahwa salah satu aplikasi adalah Zoom, dan perusahaannya tidak ada di Indonesia. Perpajakan tidak mungkin.

“Perusahaan-perusahaan ini tidak ada di Indonesia, tetapi kegiatan ekonomi mereka sangat penting. Saya tahu mungkin dalam hal ini, mereka semua menggunakan media streaming,” katanya dalam panggilan konferensi yang diadakan di Jakarta, Rabu (1/2) 4/2020). Untuk alasan ini, Sri Mulyani mencoba mengejar aplikasi digital agar dapat mengajukan pajak pertambahan nilai (PPN) di negara tersebut.

“Ini adalah basis pajak yang memungkinkan kita untuk melihat saksi transaksi digital dan elektronik kita. Ini adalah basis pajak yang dapat memungut dan membayar pajak pertambahan nilai atas barang tidak berwujud yang diimpor,” katanya. Ini mungkin termasuk dalam pajak asing yang ditentukan oleh orang yang terlibat dalam kegiatan ekonomi penting, tetapi tidak termasuk di Indonesia.

“Karena itu, jika mereka tidak di Indonesia, mereka tidak akan memiliki kantor, tetapi kegiatan ekonomi seperti hari ini seperti Zoom.” Semua orang telah menggunakannya, dan mereka masih bisa menjadi badan utama pajak luar negeri kita. Direktur Pelaksana Bank Dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *