Interpretasi Eagle Airlines dari 208 penerbangan charter

Reporter Tribunnews.com, laporan Hari Darmawan-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-PT Garuda Indonesia membuka suara 208 warga Tiongkok yang mengambil penerbangan Garuda dan ditolak mendarat di Tiongkok.

Irfan Sebuahutra, presiden Garuda Indonesia, mengatakan bahwa pesawat yang digunakan oleh warga Tiongkok disewa oleh agen perjalanan.

“Karena sejauh ini, kami masih menghentikan penerbangan ke China,” kata Ivan dalam konfirmasi pada Selasa (4 April 2020). Mengenai penolakan pemerintah Tiongkok untuk mendarat, Ou Fan mengatakan bahwa perjanjian antara Garuda dan agensi hanya mengurus penumpang. Ou Fan mengatakan: “Meskipun izin pendaratan adalah masalah bagi para pejabat terkait, keputusan yang relevan dibuat oleh otoritas Cina.” -Baca: Kisah Pahlawan J, yang meninggal dalam longsoran salju untuk menyelamatkan ibunya yang lumpuh-Irfan juga menegaskan, Sejauh ini, ia selalu menghentikan penerbangan ke China, dan hanya akan pergi jika agen mempekerjakannya sendiri. — Baca: Pos pengemudi Ojol, Mulyono ditipu oleh penumpang, tidak melakukan apa-apa dan tidak diadili. .

Sebelumnya, dilaporkan bahwa total 208 warga negara Tiongkok ditahan di Bandara Hadassaugano karena mereka tidak bisa memasuki Guangzhou, Cina.

Baca: Selama pandemi korona, pajak nasional turun dan pejabat mengancam untuk tidak menerima THR – Seperti yang kita semua tahu, banyak warga Tiongkok ditangkap karena negara asal mereka menolak mendarat di Tiongkok dengan pesawat dari Indonesia.

Saffar Muhammad Godam, kepala TPI Bandar Soekarno-Hatta, petugas imigrasi Kelas B, menjelaskan bahwa masalah yang mereka hadapi adalah karena pesawat Garuda charter mereka GA8900 tidak diizinkan mendarat di Guangzhou, Cina. Safar berkata: “Tapi kita tidak tahu mengapa pesawat itu ditolak untuk mendarat di Cina.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *